Gabung Kelompok Ali Kalora, Anak Kandung Santoso Jadi Buron

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 19:07 WIB
Gabung Kelompok Ali Kalora, Anak Kandung Santoso Jadi Buron Pemimpin Mujahidin Indonesia Timur, Santoso, tewas dalam pengejaran Satgas Tinombala pada pertengahan 2016 silam. Kini anak kandungnya disebut bergabung MIT yang dipimpin Ali Kalora. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Tinombala mengindentifikasi anak kandung Santoso telah bergabung dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin kini  Ali Kalora. Semasa hidup, Santoso adalah pemimimpin MIT di mana Ali Kalora adalah salah tangan kanannya.

"Satgas berhasil mengidentifikasi satu orang lagi yang ikut bergabung, yaitu anak kandung Santoso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2).

Atas temuan itu, kata Dedi, pihaknya akan segera memasukkan anak kandung Santoso tersebut ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun, Dedi masih belum mengungkapkan secara detail identitas anak kandung mendiang Santoso alias Abu Wardah yang sebelumnya memimpin MIT tersebut.



Pada satu sisi, kata Dedi, pihaknya juga masih belum mengetahui secara persis bagaimana anak kandung Santoso bisa bergabung dengan kelompok Ali Kalora.

"Antara direkrut dan inisiatif sendiri karena datang ke hutan. Kelompok Ali Kalora sedang kami identifikasi, nanti akan segera kami terbitkan status DPO," ujar Dedi.

Sebelumnya, Satgas Tinombala telah menangkap seseorang yang diduga sebagai kurir logistik bagi kelompok teroris Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah. Penangkapan tersebut terjadi di Kabupaten Parigi Moutong yang berbatasan dengan Poso.

Kurir tersebut diidentifikasi bertugas mengirim kebutuhan logistik makanan bagi kelompok Ali Kalora.

Polri pun telah mengultimatum Ali Kalora dan rekan-rekannya untuk menyerahkan diri sebelum 29 Januari 2019. Ultimatum itu salah satunya ditulis dalam selebaran yang disebar melalui udara dan darat di wilayah pegunungan biru, Sulawesi Tengah. Wilayah tersebut selama ini diduga sebagai tempat persembunyian kelompok Al Kalora.

Jika tak kunjung menyerahkan diri hingga waktu yang ditentukan, Satgas Tinombala akan melakukan operasi penyerbuan ke sarang Ali Kalora dan rekan-rekannya.

Ali Kalora dan rekan-rekannya menjadi sorotan publik setelah diduga membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2018 lalu. Diduga aksi tersebut untuk mengundang aparat kepolisian mendatangi lokasi.

Keesokan harinya, mereka menembaki petugas kepolisian yang tengah olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi. Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa tersebut.

(dis/kid)