Alex Asmasoebrata Tak Penuhi Panggilan Polisi

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 13:50 WIB
Alex Asmasoebrata Tak Penuhi Panggilan Polisi Kabid Humas Polda Metro Jay Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pembalap Alex Asmasoebrata tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan terhadap Alex tersebut seharusnya dilaksanakan pada Kamis (14/2) kemarin. Kedatangan Alex kemarin hanya diwakilkan kuasa hukumnya.

"Ada sembilan orang kuasa hukum dari saudara Alex (yang datang)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (15/2).



Argo menjelaskan kuasa hukum Alex itu pun hanya sekitar 10 menit saja bertemu dengan penyidik dari Dirreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kedatangan para kuasa hukum Alex, kata Argo, untuk meminta penjelasan dari pihak penyidik terkait hal perkara yang melibatkan kliennya tersebut.

Selain itu, para kuasa hukum itu pun tak bisa memastikan kapan Alex Asmasoebarata bisa hadir memenuhi panggilan penyidik.

"Menurut mereka kedatangan tim kuasa hukum adalah sama dengan telah memenuhi undangan tersebut dan mereka meminta kepada penyelidik untuk diambil keterangan karena posisinya sama dengan kuasa pelapor yang sudah diambil keterangan juga," tutur Argo.

Argo mengatakan penyidik tetap berencana menjadwalkan kembali pemanggilan ulang Alex. Namun, untuk waktu pastinya masih menunggu koordinasi dari para penyidik.

"Saat dipertanyakan oleh penyelidik apakah ada yang mengetahui kronologis perkara, tidak ada yang dapat menjelaskan," ujar Argo.

Alex dijadwalkan diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk meminta klarifikasi atas dugaan fitnah yang dilaporkan PT Sedayu.

Surat pemanggilan Alex tersebut dilayangkan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan nomor B/1082/II/RES.2.5./2019/Dit Reskrimsus tertanggal 8 Februari 2019.

Surat pemanggilan merujuk pada Pasal 1 butir 5, Pasal 5, dan Pasal 12 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana; Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, serta laporan polisi dengan nomor LP/539/I/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 28 Januari.

Di sisi lain, Alex diketahui melaporkan balik pemanggilan dirinya itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Dalam hal ini Alex melaporkan tiga polisi sekaligus ke Divisi Propram yakni Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto GM Pasaribu, Kompol Telly Alvin, dan Aiptu Joko Waluyo.

Alex menilai tiga polisi itu tidak profesional dalam membuat surat panggilan. Ia juga menilai surat pemanggilan dari polisi tidak jelas. Dalam hal ini seperti tidak mencantumkan nama pelapor dan terlapor. Pun demikian waktu kejadian dan lokasi kejadiannya juga tidak jelas.

(dis/kid)