Hal ini dikatakannya saat meninjau ruangan kerja miliknya dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak di hari pertama keduanya resmi berkantor, di Surabaya, Jumat (15/2).
Keduanya, yang tiba di Kantor Gubernur pukul 09.00 WIB, langsung disambut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Kepala Biro Umum Ashari Abubakar, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Aries Agung Paewai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Khofifah Resmi Jadi Gubernur Jawa Timur |
Khofifah ingin agar ruangannya bisa tersambung dengan pusat data. Sejumlah monitor berukuran besar pun dibayangkannya ada di ruangan itu untuk memantau beberapa hal.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memaparkan peta bencana gunung berapi di ruang operasi BNPB. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Pantauan Kebencanaan
Menurut Khofifah, layar monitor ini juga penting dalam upaya antisipasi kebencanaan. Ia ingin sistem tersebut mampu dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat II atau kabupaten/kota. Nantinya, kata dia, sistem itu mempunyai koneksivitas dengan seluruh OPD yang ada.
Hal ini karena sebagian besar tekstur tanah di Jatim rentan terjadi longsor, ataupun hujan dengan intensitas tinggi yang dapat mengakibatkan banjir.
"Jadi sekali klik bisa keliatan mana daerah yang banjir sehingga early warning system bisa terakses dan menjadi antisipasi dan kewaspadaan bersama," katanya.
Khofifah dan Emil Dardak usai dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, 13 Februari. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
"Sekarang era digital, jadi kita akan buat bagaimana semua ruang kerja terhubung dengan digitalisasi yang memungkinkan kita mengakses informasi yang sudah terintegrasi," kata Khofifah, saat meninjau ruang kerja Emil.
[Gambas:Video CNN] (frd/arh)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memaparkan peta bencana gunung berapi di ruang operasi BNPB. (
Khofifah dan Emil Dardak usai dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, 13 Februari. (