Ma'ruf Amin soal Debat Jokowi: Beliau Lebih Tahu Dari Saya

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 14:30 WIB
Ma'ruf Amin soal Debat Jokowi: Beliau Lebih Tahu Dari Saya Calon wakil presiden nomor 01, Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang debat capres putaran kedua, calon wakil presiden nomor 01, Ma'ruf Amin menyatakan menyerahkan seluruh persiapan kepada pasangannya, Joko Widodo (Jokowi). Dia menyatakan Jokowi sudah memahami dan menguasai tema debat kali ini.

"Pak Jokowi sudah paham sendiri, sudah siap sendiri. Beliau lebih tahu dari saya," ujarnya saat ditemui usai menghadiri kegiatan Istighosah Kubro di Gelanggang Remaja Situ Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (17/2).

Ma'ruf menyatakan yakin Jokowi bakal menguasai panggung debat. Sebagai petahana, lanjut dia, Jokowi lebih memahami tema energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.



"(Jokowi) sudah persiapan sendiri. Sudah punya pengalaman. Saya mendampingi saja, memberi support," katanya.

Ma'ruf pun memastikan dirinya bakal hadir di lokasi debat putaran kedua, yakni di Hotel Sultan, nanti malam. Ini berbeda dengan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno. Sandiaga lebih memilih menonton debat bersama (nobar) pendukungnya.


Yakin Kuasai Banten

Di sisi lain, Ma'ruf Amin meyakini dia dan Jokowi bakal memperoleh suara mayoritas di kampung halamannya, Provinsi Banten. Dia memperkirakan paling tidak bisa mendulang 60 persen suara.

"Targetnya ya minimal 60 persen, Jakarta (juga) minimal 60 persen. Dulu Pak Jokowi kalah banyak di Banten. Sekarang sudah naik. Tinggal kita konsolidasi terus," kata Maruf.

Ma'ruf hari ini akan melakukan safari politik ke Ibu Kota Serang, Banten. Ia dijadwalkan bakal menemui sejumlah ulama di Gelanggang Olahraga Serang.


Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin dikabarkan bakal menggunakan strategi perang total di daerah-daerah yang gagal dimenangkan Jokowi pada Pemilu 2014. Menurut wakil ketua TKN, Arsul Sani, menjelaskan perang total adalah mengerahkan tim kampanye dan semua kekuatan yang ada di daerah-daerah dengan target yang jelas dan konkret.

Pada pemilu 2014 lalu, perolehan suara Jokowi kalah dari Prabowo Subianto di beberapa daerah. Yakni di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. (els/ayp)