TKN: Tema Debat Capres Kedua Sudah 4 Tahun Dijalankan Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 19:11 WIB
TKN meyakini Jokowi sudah mengerjakan sejumlah program di sektor energi, pangan, infrastruktur, selama empat tahun, sehingga akan menguasai debat. TKN meyakini Jokowi sudah mengerjakan sejumlah program di sektor energi, pangan, infrastruktur, selama empat tahun, sehingga akan menguasai debat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan Jokowi tidak membuat persiapan khusus dalam debat capres kedua di Pilpres 2019. Hal itu menanggapi debat capres kedua dengan tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Juru bicara TKN Arya Sinulingga mengatakan Jokowi sudah mengerjakan seluruh hal berkaitan dengan tema itu.

"Yang dibahas malam ini sudah dilakukan Pak Jokowi selama 4 tahun. Namanya orang sudah mengerjakan banyak hal pasti tidak akan banyak yang harus disiapkan," ujar Arya dalam keteranganya, Minggu (17/2).


Arya mengatakan banyak prestasi yang telah ditorehkan selama Jokowi menjabat. Ia berkata prestasi Jokowi tidak hanya dalam bidang infrastruktur besar seperti tol.
Sebab, ia menyebut Jokowi membangun infrastruktur di tingkat desa seperti dengan membangun tempat MCK, puskesmas, hingga sekolah.

"Jadi akan ditepis kalau dikatakan infrastruktur hanya untuk orang kaya. Sebab di desa banyak banget pembangunan," ujarnya.

Selanjutnya, Arya juga menilai Jokowi memiliki komitmen yang kuat dalam bidang energi. Hal itu, kata dia, dibuktikan lewat pengambilalihan perusahaan energi asing ke pemerintah.

"Itu semua akan dibuka semua nanti (dalam debat -red)," ujar Arya.

Sementara, Influencer TKN Inas Nasrullah Zubir mengatakan banyak prestasi Jokowi yang mesti diketahui oleh publik. Dalam sektor lingkungan hidup, ia berkata Jokowi mendapat pengakuan dunia karena berhasil menangani kebakaran hutan.

"Kebakaran hutan mana pernah lagi kita dengar. Itu kan prestasi besar dari Pak Jokowi," ujar Inas.
Dalam bidang pangan, ia menilai Jokowi sedang fokus untuk memperbaiki infrastruktur pangan. Sebab, ia menyebut infrastruktur pangan sebelum Jokowi menjabat dalam kondisi amburadul.

Ia berkata, Jokowi meyakini bahwa ketersediaan infrastruktur pangan merupakan jalan untuk swasembada dan kedaulatan pangan.

"Prabowo ngomong berbusa seperti apapun tidak akan bisa swasembada pangan sebelum membereskan masalah di hulunya. Jadi Pak Jokowi sedang focus memperbaiki masalah di hulunya," ujarnya.

Sementara di sektor energi, Jokowi diklaim tidak hanya fokus melakukan nasionalisasi. Ia menyebut Jokowi juga fokus mengakaji energi terbarukan, salah satunya mengkaji untuk membuat bio etanol.

Pengamat politik Bawono Kumoro memprediksi tema pangan akan paling dominan dalam bedat capres kedua ketimbang tiga tema lain. Sebab, ia menyebut Prabowo bakal melakukan serangan ke arah Jokowi lewat isu impor dan swasembada beras.

"Prabowo akan melakukan serangan melalui isu pangan seperti impor pangan dan swasembada beras," ujar Bawono dalam pesan singkat.

Meski bakal diserang di sektor pangan, ia menyebut Jokowi sebagai petahana tetap dapat diuntungkan karena dapat mempromosikan capaian yang dilakukannya selama menjabat.
Beberapa prestasi Jokowi yang bisa dipromosikan, kata dia, yakni meletakkan paradigma pembangunan menjadi Indonesia sentris. Paradigama itu menjadikan pembangunan infrastruktur bukan hanya di Jawa tetapi di perbatasan dan pulau terluar.

Kebijakan BBM satu harga dan penyediaan listrik, lanjutnya, juga menjadi amnuisi andalan Jokowi di debat kedua.

"Kedua sektor ini menjadi kebutuhan utama publik di Indonesia selain pangan," ujarnya.

Sementara di sektor pangan, ia menilai Jokowi juga mampu mengandalkan stabilitas harga pangan sebagai cara untuk menghalau serangan Prabowo. Perbaikan data luas tanah sawah dan produksi beras juga dapat diandalkan.

"Untuk infrastruktur, tidak ada negara yang maju tanpa infrastruktur," ujarnya.

Lebih dari itu, ia menyebut Jokowi telah memacu pertumbuhan ekonomi dan meyiapkan industri untuk generasi milenial.
[Gambas:Video CNN] (ugo/ugo)