Dari hasil survei kepada responden, Prabowo-Sandi unggul 44,1 persen di dapil DKI 1 yakni Jakarta Timur. Sementara Jokowi-Ma'ruf sekitar 39,8 persen.
Di dapil DKI 2 yang meliputi Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, paslon nomor urut 02 juga unggul dengan elektabilitas 46 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya sekitar 39,5 persen.
Paslon nomor urut 01 hanya unggul di dapil DKI 3 yang meliputi Jakarta Barat dan Jakarta Utara dengan elektabilitas 47,3 persen. Namun tingkat elektabilitas ini pun hanya sedikit berjarak dengan Prabowo-Sandi yang memperoleh 42,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilkada DKI ini memunculkan Anies Baswedan sebagai gubernur dengan sokongan partai-partai oposisi," ujar Rudi dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (18/2).
Pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam debat perdana capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Gelombang protes terkait isu penodaan agama dari gerakan 212 juga diyakini Rudi menjadi pemicu anjloknya elektabilitas paslon nomor urut 01 tersebut.
Kendati demikian, tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih jauh lebih unggul ketimbang Prabowo-Sandi di tingkat nasional. Dari hasil survei menunjukkan, elektabilitas paslon nomor urut 01 mencapai 53,5 persen. Sementara paslon nomor urut 02 hanya 31,9 persen. Sedangkan sisanya 14,6 persen belum menjawab.
Namun dari survei Y-Publica, elektabilitas capres petahana cenderung stagnan. Elektabilitas paslon nomor urut 01 itu tercatat tak lebih dari 55 persen hingga Januari 2019.
Pada Mei 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berkisar 53,7 persen. Angkanya turun pada Agustus 2018 sebesar 52,7 persen. Perolehan elektabilitas ini kemudian meningkat sedikit yakni 53,9 persen pada Oktober dan 54,2 persen pada Desember 2018. Namun angkanya kembali turun pada Januari 2019 menjadi sebesar 53,5 persen.
Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi naik meski tak signifikan. Pada Mei 2018, elektabilitas paslon nomor urut 02 itu 30,2 persen. Angkanya sempat turun sepanjang Agustus-Oktober 2018 yakni di kisaran 28,6 persen.
Namun angkanya kembali naik menjadi 31,6 persen pada Desember 2018 dan 31,9 persen pada Januari 2019.
Survei ini dilakukan Y-Publica pada 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada responden terpilih menggunakan kuesioner pada 21-30 Januari 2019. Margin of error 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
[Gambas:Video CNN]
(pris/dea)
Pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam debat perdana capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)