Buntut Ricuh, Jatah Penonton Debat Pilpres 2019 Dipangkas

dhf, CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 16:39 WIB
Buntut Ricuh, Jatah Penonton Debat Pilpres 2019 Dipangkas KPU berencana mengurangi jumlah penonton debat cawapres menjadi sekitar 50-an orang untuk masing-masing pendukung. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengurangi jatah penonton pada debat cawapres pada 17 Maret mendatang. Keputusan ini diambil menyusul kericuhan pada debat capres kedua, 17 Februari lalu. Saat itu penonton sulit ditertibkan dan sempat ada protes dari kubu Prabowo Subianto kepada KPU dan Bawaslu.

"Karena debat ini supaya bisa lebih tenang, lebih nyaman, dan lebih fokus, jumlah pendukung diusulkan dikurangi. Nanti jumlahnya ya kurang lebih 50-an saja dari masing-masing pasangan calon," kata Ketua KPU Arief Budiman usai rapat evaluasi di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (20/2).

Pada debat capres kedua KPU menetapkan jumlah penonton yang hadir 600 orang. Dari jumlah itu sebanyak 140 kursi diberikan kepada masing-masing pasangan calon. Sisa kursi diperuntukkan bagi tamu undangan KPU. 


KPU sendiri belum bisa memastikan jatah jumlah kursi penonton untuk masing-masing pasangan calon pada debat cawapres 17 Maret. Menurut Arief kepastikan jumlah kursi bakal diumumkan pada rapat minggu depan.

Selain pengurangan jatah penonton, KPU akan menunjuk tim khusus untuk mengatur ketertiban debat. Hal ini menyusul keributan antara pendukung Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi nyang dipicu ucapan Jokowi soal kepemilikan lahan Prabowo.
Buntut Ricuh, Jatah Penonton Debat Pilpres 2019 DipangkasJatah penonton dari masing-masing pendukung capres-cawapres akan dikurangi di arena debat. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

"Floor manager itu untuk mengatur kalau ada ketidaksepahaman, ada keributan, mereka yang menenangkan. Saat debat berlangsung, saat break, pokoknya mereka yang tanggung jawab," ucap Arief.

Debat capres kedua di Hotel Sultan Jakarta akhir pekan lalu memang sempat diwarnai sejumlah insiden.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan di kursi para pendukung sempat ada protes dari pihaknya terkait ucapan Jokowi soal kepemilikan lahan Prabowo di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur.

Kubu BPN disebut Ferdinand melayangkan protes kepada KPU dan Bawaslu di arena debat tak lama setelah Jokowi mengungkit lahan Prabowo. Peristiwa itu sempat memicu kericuhan kecil.

Selain protes dari BPN, debat capres kedua juga diwarnai aksi saling sorak antara pendukung kedua pasangan calon. Pendukung pasangan calon Jokowi-Ma'ruf menyoraki kubu Prabowo dengan kalimat 'Tukang Bohong'. Sedangkan pendukung Prabowo-Sandi menyoraki kubu Jokowi dengan kalimat 'Raja Utang'. (dhf/wis)