Jokowi Bantah Sudirman Said soal Pertemuan Rahasia Freeport

fra, CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 21:20 WIB
Jokowi Bantah Sudirman Said soal Pertemuan Rahasia Freeport Presiden Jokowi membantah ucapan Sudirman Said bahwa dirinya pernah bertemu secara diam-diam dengan bos PT Freeport Indonesia. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui beberapa kali bertemu dengan James R. Moffett saat yang bersangkutan menjabat Chairman of the Board PT Freeport McMoRan Inc. Namun dia membantah pertemuan dilakukan secara diam-diam, sebagaimana pengakuan mantan Menteri ESDM Sudirman Said

"Enggak sekali dua kali ketemu, gimana si kok diam-diam. Ya, Ketemu bolak-balik, enggak ketemu sekali dua kali," kata Jokowi usai memberikan pembekalan saksi di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (20/2).

Sudirman sebelumnya menyebut Jokowi menggelar pertemuan diam-diam dengan Moffett pada 6 Oktober 2015 di Istana Kepresidenan. 


Jokowi menyebut pertemuan pada tanggal 6 Oktober 2015 itu untuk membahas perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia di Papua. 


Menurutnya, pertemuan untuk membahas perpanjangan izin perusahaan asal Amerika Serikat itu tak hanya sekali.

"Ya, perpanjangan, dia kan minta perpanjangan. Pertemuan bolak-balik memang yang diminta perpanjangan, terus apa?" ujar Jokowi.

"Diam-diam gimana? pertemuan bolak-balik. Kalau pertemuan pasti ngomong enggak diam-diaman. Ada-ada saja," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan tak ada pembahasan lain selain perpanjangan izin Freeport. Menurut Jokowi, dirinya yang juga kerap bertemu dengan pengusaha maupun konglomerat tak pernah membicarakan masalah yang lain-lain.

Bahkan, kata Jokowi dirinya juga pernah bertemu dengan Bos Freeport yang saat ini, Richard Adkerson.


"Ketemu dengan pengusaha ya biasa saja, ketemu konglomerat biasa saja, ketemu yang sekarang Adkerson (Bos Freeport) biasa saja, ngapain saya?" tuturnya.

Menurut Jokowi, meskipun pihak Freeport mengajukan perpanjangan izin operasi, dirinya selalu menekankan bahwa pemerintah Indonesia ingin menguasai saham sebesar 51 persen. Keinginan tersebut pada Desember 2018 telah berhasil dilakukan pemerintah lewat PT Inalum.

"Tapi sejak awal saya sampaikan, bahwa kita memiliki keinginan itu (untuk menguasai 51 persen saham), masa enggak boleh," kata Jokowi.

Sudirman Said sebelumnya mengatakan pernah dipanggil Presiden Jokowi untuk bertemu Moffett. Itu terjadi 6 Oktober 2015, saat dirinya menjabat Menteri ESDM.

Menurut Sudirman pertemuan itu dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan pihak lain di Istana.


"Saya ceritakan kronologi tanggal 6 Oktober 2015. Jam 08.00 WIB, saya ditelepon ajudan Presiden untuk datang ke Istana. Saya tanya soal apa, dijawab tidak tahu. Kira-kira 08.30 WIB saya datang ke Istana. Kemudian duduk 5 sampai 10 menit, langsung masuk ke ruangan kerja Pak presiden," kata Sudirman dalam sebuah diskusi di salah satu restoran di Jakarta Selatan.

Pertemuan diam-diam itu disebut Sudirman membahas perpanjangan izin PT Freeport Indonesia di Papua. Kemudian, dari pertemuan itu terbit surat dari Menteri ESDM yang intinya memberikan perpanjangan izin ke PT Freeport. Namun Sudirman menyatakan surat itu bukan atas inisiatif dirinya, melainkan atas perintah Jokowi.

 
(fra/wis)