TKN Tuding Sudirman Cari Sensasi soal Jokowi dan Bos Freeport

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 20:23 WIB
TKN Tuding Sudirman Cari Sensasi soal Jokowi dan Bos Freeport Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/ Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menyebut Sudirman Said tengah mengarang cerita untuk mencari sensasi.

Hal itu menanggapi cerita Sudirman soal pertemuan tertutup Jokowi dengan Chairman of the Board PT Freeport McMoRan Inc. James R. Moffett.

Menurutnya, Sudirman yang kini menjabat sebagai anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menceritakan sesuatu yang bertolak belakang dengan cerita sebelumnya.


"Kalau saya katakan, Pak Dirman itu cari sensasi," ujar Arya di Posko Cemara, Jumat, Kamis (21/2).
Arya mengatakan cerita Sudirman soal pertemuan tertutup tersebut merupakan kebohongan. Sebab, ia berkata Sudirman pernah menyatakan Jokowi melibatkan menteri teknis terkait ketika membahas Freeport.

Pernyataan Sudirman, kata dia, bisa dilihat dalam sejumlah wawancara dengan media televisi atau media online. Wawancara itu, kata dia, terjadi pada tahun 2015 ketika Sudirman masih menjadi menteri ESDM.

"Kalau dibaca di media, isinya jelas Sudirman Said katakan Pak Jokowi yang menekan Freeport. Yang membuat perjanjian itu Sudirman Said juga. Bahkan Pak Dirman yang usulkan diperpanjang kerjasama dengan Freeport," ujarnya.

Sudirman Said sebelumnya mengatakan Joko Widodo pernah memanggil dirinya saat masih menjabat sebagai Menteri ESDM, untuk bertemu dengan Chairman of the Board PT Freeport McMoRan Inc. James R. Moffett.

Sudirman yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan pertemuan yang berlangsung secara 'diam-diam' itu dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan pada 6 Oktober 2015.
Pernyataan itu disampaikan Sudirman saat menceritakan kronologi lahirnya surat yang disebut-sebut sebagai cikal bakal perpanjangan izin PT Freeport Indonesia di tanah Papua pada 7 Oktober 2015.

Sudirman membantah bahwa surat itu keluar atas inisiatifnya. Menurut dia, surat hanya bisa keluar atas perintah Jokowi selaku Presiden yang juga atasannya kala itu.

Di sisi lain, Arya mengatakan kebohongan yang disampaikan Sudirman membuat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dicap erat dengan hoaks.

"Jangan gitu nanti ada tuduhan 02 hoaks melulu. Enggak enak kita, tapi kenyataannya gitu," ujar Arya.

Analis politik The Habibie Center, Bawono Kumoro mempertanyakan motivasi Sudirman mengungkapkan pertemuan rahasia antara Jokowi dengan Moffet.

Bawono menduga pernyataan Sudirman sebagai respons atas sikap Jokowi di debat capres lalu yang menyinggung kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan dan Aceh.

"Jadi apakah statement tersebut sebagai bentuk serangan balasan?," ujar Bawono.
Jika pertemuan tertutup tersebut terjadi, Bawono menyarankan Sudirman menunjukkan bukti agar tidak bergulir menjadi permasalahan hukum dan fitnah.

"Kalau itu diungkapkan sebagai serangan balasan dan tidak disertakan bukti-bukti hal tersebut patut disayangkan," ujarnya.

Jokowi telah membantah pernyataan Sudirman. Dia memang mengakui beberapa kali bertemu dengan James R. Moffett saat yang bersangkutan menjabat Chairman of the Board PT Freeport McMoRan Inc. Namun dia membantah pertemuan dilakukan secara diam-diam, sebagaimana pengakuan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

"Enggak sekali dua kali ketemu, gimana si kok diam-diam. Ya, Ketemu bolak-balik, enggak ketemu sekali dua kali," kata Jokowi usai memberikan pembekalan saksi di Hotel El Royale, Kelapa Gading.
[Gambas:Video CNN] (jps/ugo)