Jurkam Prabowo: Dana Desa dari APBN, Bukan Kantong Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 18:13 WIB
Jurkam Prabowo: Dana Desa dari APBN, Bukan Kantong Jokowi Badan Pemenangan Nasional Prabowo menyesalkan klaim Mendagri Tjahjo Kumolo yang seolah-olah menyatakan dana desa berasal dari kantong Jokowi, bukan APBN. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah berbohong dengan mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah menyatakan bahwa dana desa berasal dari 'kantong' Presiden Joko Widodo, bukan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Ia meminta jajaran menteri tidak melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan 'dalil' anggaran negara.

"Dana desa adalah dana APBN, dana rakyat, bukan dana pribadi Jokowi dan ini juga hasil kesepakatan antara DPR dengan pemerintah. Pak Tjahjo, sebaiknya berhenti melakukan kebohongan," kata Andre dalam keterangannya, Jumat (22/2).


Andre menganggap apa yang dilakukan Tjahjo merupakan pelanggaran. Menurutnya, Tjahjo telah memanfaatkan jabatan sebagai pejabat negara untuk memobilisasi kepala desa dan mempromosikan Jokowi yang notabene juga berstatus peserta pemilu.

"Kita tahu dana desa ini perintah undang-undang. Ada undang-undang sejak tahun 2014 bahwa siapa pun presiden harus melaksanakan dana desa ini, menyiapkan dana desa," katanya.

Polemik dana desa ini kembali mengemuka setelah Mendagri Tjahjo Kumolo mengumpulkan ribuan perangkat desa. Tjahjo mengajak para kepala desa dan bamus desa untuk menyerukan nama 'Jokowi' jika ia meneriakkan 'dana desa'.

Hal itu terjadi dalam Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Gedung Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (20/2).

"Terima kasih Pak Jokowi. Tolong untuk kepala desa dan badan musyawarah desa berdiri. Kalau saya teriak dana desa, (balas dengan) Pak Jokowi," kata Tjahjo.
(mts/gil)