TKD Jokowi Jatim Bantah Mobilisasi Massa untuk Adang Prabowo

CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 05:18 WIB
TKD Jokowi Jatim Bantah Mobilisasi Massa untuk Adang Prabowo Massa membentangkan spanduk saat menyambut Prabowo Subianto di Surabaya. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma'ruf, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin pun membantah tudingan yang menyebutkan TKD menggerakan massa mengadang Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto di Surabaya, Selasa (19/2).

"Tidak ada unsur rekayasa, enggak ada unsur bayaran, itu memang (Prabowo) masuk di kawasan memang militan dari pendukungnya Pak Jokowi," kata Machfud saatbditemui di Posko TKD Jatim, Surabaya, Jumat (22/2).

Menurut Machfud aksi itu juga bukanlah upaya pengadangan, melainkan hanya sebatas penyambutan saja, meski bernuansa sindiran.


"Tidak ada penolakan, itu penyambutan, tidak ada penghadangan tapi adalah penyambutan, cuma yel-yelnya beda dengan yang datang, gitu saja," ujarnya.
Kunjungan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Kelurahan Bulak, Surabaya, diwarnai aksi sambutan menyindir yang dilakukan simpatisan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Sejumlah massa itu beberapa di antaranya membentangkan spanduk bertuliskan 'Selamat datang Pak Prabowo di wilayah Bulak-Kenjeran kami menyambut sebagai tamu, tapi pilihan kami tetap nomor 01'.

Aksi serupa juga pernah saat kunjungan Prabowo atau Sandi di pelbagai daerah di Jatim.

Machfud berharap aksi serupa tak berkembang, dan terulang di daerah lain di Jatim. Hal itu demi menjaga jalannya pemilu yang baik dan tenang.

"Di Bojonegoro juga sama, tapi mudah-mudahan ini ndak terus berkembang, pemilihan umum harus bisa berjalan dengan baik, dengan membuat orang tidak takut, orang semuanya tenang," kata dia.
Sementara seorang perwakilan massa, Untung, sebelumnya mengatakan dalam aksinya mereka hanya ingin memberikan tanda bahwa di wilayah Kenjeran Surabaya, merupakan basis pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Menanggapi hal itu, politikus Gerindra Tri Susanti menyesali ada aksi yang dilakukan pihak lawan. Menurutnya, meski berbeda pilihan, seharusnya masyarakat bisa saling menghormati.

"Siapa pun capres yang datang harus dihormati dan justru tak mendapat sambutan spanduk. Kami tidak bisa membiarkan begini, kita butuh keadilan," ujar Tri.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)