Atmadji mengaku ditugasi Luhut karena sebelumnya Rachland menantang Luhut untuk berdiskusi terkait rencana pemerintah memasukkan perwira TNI aktif di kementerian dan lembaga sipil.
Rachland khawatir rencana tersebut akan membangkitkan lagi Dwifungsi ABRI yang dulu dihidupkan rezim Orde Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atmadji mengatakan sebenarnya tidak perlu ada pihak yang terbawa emosi hanya karena membaca berita yang tidak utuh, apalagi sampai menantang-nantang.
Karena itu ia mempersilakan pihak-pihak yang ingin mencari penjelasan bisa datang kepadanya.
"Silakan datang, pintu saya selalu terbuka," ujar Atmadji merujuk pada cuitan Rachland di Twitter yang berbunyi, "Saya undang Luhut Binsar Panjaitan berdebat terbuka mengenai ini menghadapi saya."
"Yang mau kita uji adalah pemikiran Luhut, bukan anak buahnya. Dan dalam pemikiran tidak dikenal birokrasi, sedemikian sehingga seolah pemikiran bisa diwakilkan pada anak buah," ujar Rachland.
Tantangan debat Rachland kepada Luhut ditulis pada Jumat pekan lalu di akun Twitter pribadinya @RachlanNashidik.
"Saya keberatan. Saya undang Luhut Binsar Pandjaitan berdebat terbuka mengenai ini menghadapi saya," tutur Rachland.
"Harus ada yang berani menghadapi," ucap Rachland.
(wis)