PPP Sebut Kampanye Hitam pada Jokowi di Karawang Super Fitnah

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 02:12 WIB
Ketua Umum PPP Romy menanggapi kampanye hitam yang menyebut suara azan akan dilarang dan pernihakan sejenis akan dilegalkan jika Jokowi kembali terpilih. Ketua Umum PPP Romahurmuziy menanggapi kampanye hitam yang menyebut suara azan akan dilarang dan pernihakan sejenis akan dilegalkan jika Jokowi kembali terpilih. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menilai kampanye tiga perempuan yang menyebut suara azan di masjid akan dilarang dan pernihakan sejenis akan dilegalkan jika Joko Widodo kembali terpilih sebagai presiden adalah berita super fitnah.

"Saya melihat videonya ya, menurut saya itu super fitnah ya, itu lebih dari fitnah," kata politikus yang akrab disapa Romy itu saat ditemui di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/2).

Romy menilai tuduhan ketiga perempuan itu soal pelarangan azan tak berdasar. Pasalnya, ia mengatakan Indonesia merupakan negara dengan masyarakat mayoritas beragama Islam terbesar di dunia.


"Itu tidak ada ceritanya azan akan dilarang. Bagaimana mungkin akan dilarang di sebuah negara yang penduduknya mayoritas Islam," kata dia.


Selain itu, Romy mengatakan tuduhan lainnya soal legalisasi perkawinan sejenis di Indonesia bila Jokowi terpilih sangat mengada-ada.

Ia menyatakan undang-undang di Indonesia telah mengatur bahwa tak mungkin pasangan sejenis melakukan pernikahan dan difasilitasi oleh negara.

"Jadi saya sebut super fitnah karena memang ini dari sisi konten tidak masuk akal dan dari sisi keberadaan betul-betul mengada-ada," kata dia.

Selain itu, Romy pun membantah bila PPP sebagai parpol Islam yang berada di koalisi Jokowi tak melakukan apapun untuk membendung serangan fitnah terhadap Jokowi selama ini.


Romy menegaskan para kader PPP selama ini telah berupaya meredam fitnah tersebut dengan membuat narasi tandingan yang menyatakan pelabelan Jokowi sebagai sosok anti-Islam sangat tak tepat.

"Jadi narasi anti-Islam yang disematkan kepada Pak Jokowi ini betul-betul tidak memiliki alas sejarah sama sekali. Sehingga memang kita meluruskan seperti cara saya tadi meluruskan ketika turun ke masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Romy memberikan dukungan penuh bagi pihak kepolisian untuk mengusut kasus itu hingga tuntas. Hal tersebut bertujuan agar peristiwa super fitnah serupa tak terulang lagi di kemudian hari.

"Ini untuk menjadi pelajaran bagi seluruh penyebar fitnah yang ada di manapun agar mereka tidak mengulangi hal ini," kata dia.

Sebelumnya, beredar video orang perempuan berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye dari pintu ke pintu. Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

Perempuan itu mengatakan suara azan di masjid akan dilarang, serta tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki pun demikian.

[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK