JK: Kadar Keislaman Meningkat, Tapi Moral Harus Diperbaiki

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 22:04 WIB
JK: Kadar Keislaman Meningkat, Tapi Moral Harus Diperbaiki Wapres Jusuf Kalla menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Banjar, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan moral dan hubungan antarmasyarakat di Indonesia masih perlu diperbaiki, meski kadar keislaman meningkat. Di samping itu, ada tugas memperbaiki masalah keadilan di masyakarakat.

Ia mencontohkannya dengan antrean pendaftar ibadah haji yang harus menunggu sampai 25 tahun untuk diberangkatkan.

"Jadi ini menandakan bahwa keislaman kita makin baik dan makin tinggi. Di kota-kota besar juga tidak beda dengan daerah-daerah pesantren," ucap JK saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3).


Selain itu, JK menyebut banyak mahasiswa, pegawai pemerintahan, maupun swasta yang mengenakan jilbab. Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan pemahaman keagamaan masyarakat baik, termasuk masalah aqidah maupun ibadah.

"Hampir semua mahasiswa, pegawai-pegawai berjilbab. Bukan hanya di daerah pesantren tapi juga di wilayah umum seperti kita tau semuanya," ujarnya.

Ilustrasi jemaah haji.Ilustrasi jemaah haji. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Namun demikian, JK mengaku masih ada yang perlu diperbaiki dalam hal hubungan antar warga dan moralitas.

"Tapi hubungan antara manusia perlu diperbaiki. Moral bangsa harus diperbaiki, direnungkan," tukasnya.

Di samping masalah moral, JK menyebut umat Islam juga memiliki tugas untuk memperbaiki masalah keadilan dan kedaulatan.

"Banyak hal yang menjadi penting untuk kita semuanya, masalah keadilan, masalah kedaulatan juga jadi bagian perjuangan kita semua," kata .

Pasalnya, kata JK, sekitar 15 negara Islam di dunia saat ini terlibat perang, baik dengan rakyatnya sendiri maupun dengan negara Islam lainnya, karena kurang memperhatikan soal kedaulatan dan keadilan bagi warganya.

"Ini memberikan kita suatu kesedihan dan upaya tentu bagaimana membantu dalam batas kemampuan kita untuk menjaga perdamaian," ujar Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

JK mengatakan Indonesia memiliki peran untuk mendamaikan sejumlah negara yang terlibat konflik. Misalnya, Filipina, Thailand, Myanmar, serta Afganistan.

Sebelumnya, esiden Joko Widodo membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Nasional NU tersebut.Sebelumnya, esiden Joko Widodo membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Nasional NU tersebut. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Masih kami upayakan, Indonesia mempunyai peran yang sangat penting untuk negara-negara tersebut," tuturnya.

Pihaknya pun berusaha untuk mewujudkan kedamaian dan kedaulatan rakyat Indonesia.

"Karena itulah maka setiap pemerintahan, setiap kami semua, salah satu perjuangan kami ialah bagaimana meningkatkan kedaulatan dan keadilan dari pada suatu bangsa dan negara," kata JK.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)