SMA Al-Azhar Diminta Bantu Siswa Penghina Guru untuk Pindah

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 18:28 WIB
SMA Al-Azhar Diminta Bantu Siswa Penghina Guru untuk Pindah Ilustrasi siswa SMA. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta SMA Al-Azhar Kelapa Gading Jakarta mudahkan perpindahan siswanya, An, yang mengunggah video berisi ucapan jorok ke salah satu guru lewat media sosial.

"KPAI mendorong sekolah untuk memberikan hak surat pindah agar memudahkan perpindahan data Dapodik siswa yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (1/3).

Retno juga mendorong pihak sekolah untuk meminta guru-guru Ananda segera memberikan catatan nilai siswa kelas X tersebut selama semester genap terhitung mulai Januari hingga Februari 2019.


"Agar di sekolah yang baru An tinggal melanjutkan materi, tanpa harus mengulang materi tugas dan ulangan harian di sekolah yang baru," kata Retno.


KPAI menerima laporan dari masyarakat terkait video An yang viral di media sosial tersebut. Dalam video itu terdengar suara anak laki-laki melontarkan ucapan-ucapan kasar kepada guru yang sedang mengajar. Guru yang bersangkutan tampak tak menghiraukan ucapan siswa itu.

Menurut penelusuran KPAI, video itu direkam oleh An ketika proses pembelajaran matematika pada 19 Februari 2019 silam. Menurut pengakuan An, ia mengisi suara (dubbing) video dengan ucapan-ucapan kasar sebelum mengunggahnya ke akun Instagram pribadi.

Beberapa hari kemudian, video yang diunggah tersebut menjadi viral di dunia maya.

"Setelah viral, An kemudian menghapus video yang di-upload itu dan menutup akun media sosialnya tersebut," ujar Retno.


Pihak sekolah mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut seminggu setelah diunggah. Sekolah kemudian memanggil An untuk dimintai klarifikasi. Saat diminta penjelasan, An hanya meminta maaf dan mengakui perbuatannya sambil menangis.

Setelah memanggil An, pihak sekolah juga memanggil orang tua siswa tersebut. Orang tua An lantas menyampaikan maaf dan menyatakan menarik anaknya dari sekolah.

"Jadi, An bukan dikeluarkan, tetapi mengundurkan diri atas permintaan orangtua," kata Retno.


Retno kemudian mendorong orang tua An untuk merujuk putranya ke psikolog agar mendapatkan rehabilitasi psikologis jika merasa tertekan pasca viralnya video tersebut.

Retno juga menyatakan KPAI mendorong dinas-dinas pendidikan di berbagai daerah untuk melakukan sosialisasi kepada para guru dan kepala sekolah jika menghadapi masalah serupa. Hal ini ia sampaikan terkait kasus siswa menantang dan memaki guru yang belakangan kerap terjadi di berbagai daerah. 

"Seperti video viral di salah satu SMK di Kendal, SMP di Gresik, dan SMKN di Yogyakarta," tutur Retno.  

[Gambas:Video CNN] (gsl/DAL)