Guguran Awan Panas Merapi, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar

CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 09:40 WIB
Guguran Awan Panas Merapi, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar Warga diminta mewaspadai bahaya lahar di Gunung Merapi terutama jika terjadi hujan di wilayah puncak gunung (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM)Heru Suparwaka mengimbau agar warga di sekitar gunung yang terletak di utara Yogyakarta ini mewaspadai bahaya lahar. Peringatan bahaya lahar ini menyusul terjadinya tujuh kali guguran awan panas pagi ini.

"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi," tulis Heru dalam laporan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (2/3).

Selain itu, masyarakat yang tinggal di alur Kali Gendol untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas gunung Merapi. Terutama karena jarak luncuran guguran awan panasi itu semakin jauh dari puncak.


Heru juga melarang warga untuk beraktivitas di radius tiga kilometer dari puncak gunung Merapi. Kegiatan pendakian gunung Merapi untuk sementara pun tidak direkomendasikan

"Kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana, tulisnya lagi.

Berdasarkan data yang diterima Pos Pengamatan Merapi, sempat terjadi 7 kali awan panas guguran dengan durasi 56-190 detik. Terjadi guguran sejumlah 21 kali dengna durasi 11-93 detik. Terjadi juga 14 kali hembusan dengan durasi 11-30 detik, gempa vulkanik dangkal satu kali selama 13 detik, dan gempa tektonik jauh satu kali dengan durasi 60 detik.

Heru juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya.

Warga diminta untuk tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz.

Warga juga bisa memantau kondisi terbaru gunung merapi melalui situs www.merapi.bgl.esdm.go.id, Twitter @BPPTKG atau ke kantor BPPTKG Jalan Cendana no 15 Yogyakarta dengan nomor telepon (0274)514180-514192. (eks/eks)