Fadli Sebut Sarungan Sudah Tradisi, Rencana Jokowi Kagetan

CNN Indonesia
Senin, 04 Mar 2019 14:01 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai rencana Jokowi untuk membuat kebijakan pemakaian sarung sehari per bulan sebagai kebijakan tak bermutu dan kagetan. Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut rencana kebijakan sarungan sehari yang dicetuskan Jokowi sebagai hal remeh temeh. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai rencana calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo untuk membuat kebijakan memakai sarung sehari setiap bulan sebagai kebijakan tak bermutu dan kagetan.

"Aduh enggak mutu lah. Ya sayang sekali ya, kalau urusan ini urusan remeh temeh," kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (4/3).

Selain itu, Fadli mengatakan rencana kebijakan sarungan Jokowi itu ibarat 'orang baru' dalam melihat tradisi Indonesia. Padahal, kata dia, tradisi penggunaan sarung sudah lama berakar kuat dalam budaya Indonesia.


"Jadi sarungan itu tradisi kita, saya sarungan. [Rencana kebijakan Jokowi] itu kaya orang baru jadinya, padahal kita lakukan udah banyak. Sama kaya orang ngomong Bhinneka Tunggal Ika, itu sudah selesai sejak zaman dulu, jadi [rencana Jokowi] kagetan persoalannya," kata dia.

Fadli lantas membandingkan dengan sikap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang rutin menggunakan sarungan ketika bersantai di rumah sejak lama.

Presiden Jokowi kerap terlihat sarungan di Istana Bogor. Misalnya, saat menyaksikan gerhana matahari beberapa waktu lalu.Presiden Jokowi kerap terlihat sarungan di Istana Bogor. Misalnya, saat menyaksikan gerhana matahari beberapa waktu lalu. (Government Official Facebook/Presiden Joko Widodo)
"Jadi harusnya urusan besar, kalau urusan sarungan itu urusan privat, Pak Prabowo itu tiap hari juga pakai sarung, begitu sampai di rumah sarungan, dan enggak perlu pakai pencitraan di foto sarungan, itu sudah dilakukan berpuluh tahun," kata dia.

Lebih lanjut, politikus Partai Gerindra itu menyarankan seharusnya Jokowi dapat menyusun rencana kebijakan yang bersifat makro dan menyasar kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya, kata dia, Jokowi seharusnya fokus untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi hingga menembus angka 7 persen dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Bukan malah bikin kartunya, kalau jurus-jurus kartu itu kan menurut saya itu jurus old lah, jurus mabok itu," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan sarung pantas dihargai karena salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Menurut dia, kebijakan ini masih digodok untuk menentukan frekuensi masyarakat menggunakan sarung dalam kurun waktu satu bulan.

"Saya akan mengajak nantinya, ini baru kita akan tentukan setiap hari tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama-sama. Mau enggak, setuju enggak? Bisa seminggu sekali, bisa dua minggu sekali, bisa sebulan sekali, kita lihat nanti," kata Jokowi saat menghadiri Festival Sarung Indonesia 2019 di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/3).

[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER