Gus Muwafiq: Percaya Saja Sama NU karena Belum Pernah Keliru

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 10:51 WIB
Gus Muwafiq: Percaya Saja Sama NU karena Belum Pernah Keliru Tokoh Nahdlatul Ulama Gus Muwafiq menegaskan NU merupakan prototipe Islam di Nusantara yang selama ini masih bertahan dan terus membangun negeri. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tokoh Nahdlatul Ulama KH. Ahmad Muwafiq atau karib disapa Gus Muwafiq menegaskan bahwa NU merupakan prototipe Islam di Nusantara yang selama ini masih bertahan dan akan terus memberikan sumbangsih dalam pembangunan di Indonesia.

"NU itu prototipe Islam di Nusantara, dari sejak dibentuk sampai sekarang. Jadi, percaya saja sama NU, karena selama ini NU belum pernah keliru," kata Gus Muwafiq, saat memberikan tausiyah di Gedung Pontianak Convention Center, seperti dikutip Antara, Selasa (5/3) malam.

Gus Muwafiq meminta warga NU yang ada di Kalimantan Barat agar bisa terus menjadi penyejuk dalam kondisi Pemilu 2019 yang belakangan semakin memanas.


"Jangan mudah terpancing dengan hal-hal yang bisa memecah belah persatuan umat dan bangsa ini," katanya.

Dia menyatakan NU merupakan salah satu organisasi Islam besar yang ikut berjuang dalam kemerdekaan dan akan terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

"Karena itu, warga NU yang ada di Kalbar, saya minta bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini," tuturnya.

Gus Muwafiq dikenal sebagai penceramah yang kerap menekankan tema persaudaraan umat (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan bangsa (ukhuwah wathaniyah).

Dia merupakan ulama asal Sleman dan dikenal sebagai salah satu orator ulung NU karena kemampuan orasinya yang mampu menyedot perhatian massa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengakui NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia. Hal itu disampaikan JK saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Banjar beberapa waktu lalu.

Pertemuan akbar warga NU itu telah menyimpulkan sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. Salah satunya adalah, NU meminta agar Warga Negara Indonesia yang beragama non-Muslim tak lagi disebut sebagai kafir.


(ANTARA/gil)