Selain Gunakan Sabu, Vokalis Zivilia Disebut Edarkan Narkoba
CNN Indonesia
Sabtu, 09 Mar 2019 01:03 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya menyebut vokalis band Zivilia, Zulkifli, yang ditangkap terkait penggunaan narkoba, berperan pula sebagai pengedar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah melakukan tes urine kepada yang bersangkutan dan hasilnya positif menggunakan narkoba jenis sabu.
"Tes urine positif sabu," kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (8/3).
Dari hasil pengembangan, dikatakan Argo, ditemukan indikasi bahwa Zul, sapaan akran Zulkifli, diduga terlibat dalam jaringan narkoba.
Polisi, sambungnya, menemukan fakta bahwa Zul diduga juga berperan sebagai pengedar narkoba.
"Iya, bisa dikatakan ikut mengedarkan," ujarnya.
Namun, Argo masih enggan membeberkan secara rinci kasus yang menjerat Zul tersebut. Penjelasan rinci perihal kasus tersebut baru akan diberikan pada saat rilis kasus yang rencananya akan dilakukan Jumat (8/3) sore ini di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Zul sempat dikabarkan hilang kontak saat akan manggung di konser musik KPU Bone pada Sabtu (2/3). Belakangan, diketahui bahwa Zul ditangkap oleh pihak kepolisian atas kasus narkoba sejak akhir Februari.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah melakukan tes urine kepada yang bersangkutan dan hasilnya positif menggunakan narkoba jenis sabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi, sambungnya, menemukan fakta bahwa Zul diduga juga berperan sebagai pengedar narkoba.
Namun, Argo masih enggan membeberkan secara rinci kasus yang menjerat Zul tersebut. Penjelasan rinci perihal kasus tersebut baru akan diberikan pada saat rilis kasus yang rencananya akan dilakukan Jumat (8/3) sore ini di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Zul sempat dikabarkan hilang kontak saat akan manggung di konser musik KPU Bone pada Sabtu (2/3). Belakangan, diketahui bahwa Zul ditangkap oleh pihak kepolisian atas kasus narkoba sejak akhir Februari.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)