KPU Bantah Andi Arief soal Isu Surat Suara Impor dari China

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 13:49 WIB
KPU Bantah Andi Arief soal Isu Surat Suara Impor dari China Komisioner KPU Ilham Saputra. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung membantah cuitan mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief terkait surat suara dalam kontainer bertuliskan huruf kanji.

Komisioner KPU Ilham Saputra menyebut foto yang disebarkan Andi Arief di Twitter adalah distribusi surat suara di Kulon Progo, Yogyakarta. Kontainer dengan huruf kanji adalah milik perusahaan pemenang lelang PT Temprina Media Grafika.

"Tidak ada surat suara dari China. Sekali lagi itu surat suara yang dikirimkan pemenang atau penyedia surat suara yang kita kirimkan ke Kabupaten Kulon Progo," kata Ilham saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Senin (11/3).


Ilham menjelaskan perempuan yang ada di dalam foto adalah Ketua KPU Kulon Progo. Aparat kepolisian juga ada di foto itu sebagai bagian dari pengamanan distribusi logistik Pemilu 2019.
KPU Bantah Andi Arief soal Isu Surat Suara Impor dari ChinaAndi Arief. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Dia juga menegaskan seluruh surat suara Pemilu 2019 dicetak di dalam negeri oleh enam perusahaan pemenang lelang. Salah satunya PT Terbit Temprina tersebut.

"Percetakan jelas di konsorsium PT Terbit Temprina yang di Solo ya. Kemudian diangkut oleh logistik yang kebetulan kebanyakan kontainernya itu diimpor dari Singapura jadi seperti itu," ucap dia.

Ditemui terpisah, Komisioner KPU Viryan Aziz meminta semua pihak untuk lebih bijak sebelum menyebarkan informasi serupa. Mengingat cuitan Andi Arief ini bukan yang pertama kali.

"Dicek terlebih dulu sebelum dibagikan ke media sosial," tuturnya.

Sebelumnya, dalam akun Twitter @AndiArief__, Andi Arief mencuitkan foto kontainer berisi surat suara dengan tulisan kanji di badannya.

"Ini sudah dilaporkan ke KPU melalui seorang wartawan. KPU meminta membantu mencari data tentang ini, kapan dan dimana. Tugas KPU dan kita semua mencari kebenaran," cuit Andi Arief.

(dhf/osc)