Bamsoet Sebut DPR Ingin Partisipasi Pemilih 80 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 05:25 WIB
Bamsoet Sebut DPR Ingin Partisipasi Pemilih 80 Persen Ketua DPR Bambang Soesatyo ingin partisipasi pemilih di Pemilu 2019 mencapai 80 persen. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Rakyat mematok angka partisipasi pemilih di Pemilu 2019 di atas 80 persen. Meski begitu target ini diakui sulit mengingat kondisi demografis Indonesia.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan sistem pemilihan elektronik atau e-voting harus mulai dipertimbangkan untuk diterapkan.

"DPR sudah mematok bahwa partisipasi publik dalam Pemilu yang akan kita hadapi 17 April nanti harus bisa di atas 80 persen," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/3).


Hal itu diungkapkan Bambang terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebutkan jumlah undecided voters (pemilih ragu-ragu) masih di angka 13 persen.

E-voting menurut Bambang sudah pernah diterapkan dalam pemilihan sejumlah kepala daerah di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dengan e-voting, masyarakat bisa memilih di rumah tanpa harus ke tempat pemungutan suara. Dengan begitu, politikus yang biasa disapa Bamsoet ini menyebut partisipasi publik bisa di atas 90 persen.

"Kenapa tidak diangkat di tingkat nasional? Memang sulit, tapi harus berani dilakukan. Saya yakin kalau semua orang bisa memilih sambil memasak di rumah atau mengasuh anak di rumah pasti partisipasi publiknya lebih dari 90 persen," ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandi 32,1 persen. Namun demikian, hasil survei SMRC masih menunjukkan bahwa angka pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) berada di angka 13 persen. (mts/sur)