Agung mengklaim saat ini partainya berada di posisi dua besar berdasarkan survei nasional.
"Tetap pertahankan, bahkan tingkatkan posisi partai Golkar yang saat ini berada pada posisi kedua besar," kata Agung di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil survei, Golkar sekarang sudah lebih baik, sekitar 16 persen," ujar Agung.
Agung juga meminta Golkar menindaklanjuti dan memastikan perihal dana saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Dia menyebut dana saksi akan digunakan untuk mengawal dan mengamankan perolehan suara partai Golkar dan pasangan calon Jokowidodo-Ma'ruf Amin di semua TPS.
Lihat juga:JK Sebut Ribut-Ribut Pemilu Hanya di Medsos |
Sejumlah survei menempatkan Golkar di peringkat strategis dalam perolehan suara di pemilu 2019. Teranyat, Voxpol Center Research and Consulting menyelenggarakan survei nasional. Dari 16 partai yang disurvei, Voxpol menyebut 9 partai yang berpotensi memenuhi ambang batas parlemen.
Dari hasil survei Voxpol, 9 partai yang berpotensi lolos itu karena mendapat tingkat elektabilitas yang tinggi. PDIP menempati posisi teratas dengan elektabilitas tertinggi yakni 26,5 persen, disusul Partai Gerindra 14,2 persen, Partai Golkar 10,6 persen, PKB 8,4 persen. Kemudian Partai Demokrat dengan 6,7 persen, Partai Nasdem 5,5 persen, PKS 4,9 persen, PAN 4,5 persen, dan terakhir PPP 4,1 persen.
(jps/sas/ain)