Polisi: Terduga Teroris Sibolga Simpan 300 Kg Bahan Peledak

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 19:44 WIB
Polisi: Terduga Teroris Sibolga Simpan 300 Kg Bahan Peledak Terduga teroris Sibolga diduga simpan bahan peledak sebanyak 300 kg. (Detikcom/Abdi Somat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara memiliki bahan peledak hingga 300 kg. Bahan peledak itu disimpan rapi di tempat khusus yang disemen.

"Bahan peledak ditanam yang kemudian ditimpa dengan semen. Seluruh bahan peledak kini sudah diamankan tim Gegana. Jadi kalau mereka bisa merakit dan meramu bahan-bahan yang ada, ada sekitar tiga ratus kilogram," kata Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto, Rabu (13/3) di Medan, Sumatera Utara.

Baahan peledak itu disimpan di rumah salah satu terduga teroris berinisial AK di Jalan Sisingamangaraja, Sibolga.


Bahan peledak yang ditemukan ada yang sudah dirakit menjadi bom lontong.

"Bom yang ditemukan sudah siap rakit. Jadi sewaktu-waktu bisa langsung diledakkan oleh orang yang memegang pemicunya," kata Agus.

Agus membeberkan, totalnya ada tiga tersangka yang diamankan dari Sibolga. Identitas mereka masing-masing, Hus alias Abu Hamzah alias Uppang, AK alias Ameng dan H seorang perempuan. 

"Kepolisian masih terus melakukan sterilisasi di lokasi ledakan bom serta rumah para terduga teroris yang diringkus Densus 88," kata Agus.

Sebelumnya polisi menyebut ada 30 kg bahan peledak di temukan di sebuah rumah di  Jalan Kulitang, Kelurahan Aek Habil, Sibolga. Rumah tersebut selama ini didiami oleh mertua salah seorang terdugaa teroris, AH.

Bahan peledak tersebut dimusnahkan dengan cara diledakkan.

Dilansir dari Antara, Tim Densus 88 mulai menyisir lokasi yang diduga rumah teroris mulai Rabu pagi.

Seorang warga mengaku mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari proses pemusnahan.

AH Akui Simpan Bom di Rumah

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris AH mengakui menyimpan bom di rumahnya.

"Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit. Yang akif yang dibawa istrinya sekitar 4 bom dan ada bahan-bahan juga. Puluhan kilo berupa potasium sebagai bahan baku," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta.

Dedi menyebut AH merupakan salah satu anggota jaringan JAD yang memiliki kemampuan merakit bom dan mempengaruhi rekan-rekannya di kelompok tersebut.
Namun, puluhan bom tersebut, kata Dedi tidak mungkin dirakit sendiri. Untuk mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan terhadap pengungkapan peristiwa dan jaringan teroris itu.

"Tidak sendiri, tidak mungkin sendiri karena merakit bom itu apalagi dalam jumlah banyak tidak mungkin sendiri. Pasti dia dibantu temannya yang saat ini kami lakukan pengembangan kembali," ujar Dedi.

Karena disinyalir masih ada bom dan bahan peledak, polisi meminta warga untuk menjauh dari lokasi yang dicurigai terdapat bom. (ani/sur)