Kronologi Dua Ledakan Susulan Dini Hari di Sibolga

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 07:47 WIB
Kronologi Dua Ledakan Susulan Dini Hari di Sibolga Polisi berjaga di lokasi ledakan diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumut, Selasa (12/3). (ANTARA FOTO/Jason Gultom)
Medan, CNN Indonesia -- Suara ledakan keras terdengar di sekitar rumah terduga teroris Abu Hamzah di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Ledakan diduga dilakukan oleh istri Abu Hamzah yang menolak menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.

Warga dan polisi yang berada tak jauh dari lokasi, langsung berlarian menyelamatkan diri. Mobil ambulans sudah bersiap-siap berada tak jauh dari lokasi. Namun belum dapat dipastikan kondisi istri dan anak-anak Abu Hamzah di lokasi ledakan.


"Saya dengar ada suara ledakan keras tak jauh dari arah rumah itu. Ada dua kali terdengar ledakannya disertai kepulan asap," ujar Supriadi salah seorang warga.

Setelah ledakan terjadi, polisi langsung membubarkan kerumunan warga yang kembali mendekati lokasi ledakan. Dengan menggunakan pengeras suara, polisi meminta warga agar menjauhi lokasi untuk mencegah terjadinya ledakan bom susulan.

"Bubar... bubar... jangan kita menjadi korban lagi. Sebab ada potensi ledakan yang bisa lebih besar lagi, bubar bapak-bapak menjauh," kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Harianja menggunakan pengeras suara menghalau warga yang mendekat.

Sebelumnya upaya negosiasi terus dilakukan aparat kepolisian sejak Selasa (12/3/2019) siang. Akan tetapi istri dari terduga teroris Abu Hamzah menolak keluar dari rumah mereka.

Polisi pun meminta bantuan tokoh agama agar istri pelaku menyerahkan diri. Namun wanita itu bersama anaknya memilih tetap bertahan di rumah lantai 2 tersebut.

Ketika polisi berupaya masuk ke rumah mereka, ternyata di rumah itu ada bom. Sehingga upaya negosiasi terus dilakukan agar istri pelaku menyerahkan diri.

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan istri dari pelaku terduga teroris tersebut ‎dinilai radikal dan keras.

"Anggota saat ini masih melakukan negoisasi. Istrinya cukup radikal dan keras‎," ucap Tito kepada wartawan di Medan, Selasa malam.

Seperti diketahui ledakan pertama terjadi tak jauh dari rumah terduga teroris Abu Hamzah pada Selasa (12/3) sekitar pukul 14.50 WIB.

Ledakan terjadi saat polisi hendak menangkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah. Ledakan itu bahkan melukai seorang aparat kepolisian. (fnr/wis)