Polisi Sebut Terduga Teroris Sibolga Berencana Incar Aparat

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 14:02 WIB
Polisi Sebut Terduga Teroris Sibolga Berencana Incar Aparat Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Medan, CNN Indonesia -- Para terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, disebut berencana melakukan amaliah atau aksi pengeboman yang sasarannya aparat keamanan.

Sejauh ini Densus 88 Mabes Polri telah mengamankan tiga orang terduga teroris dari Sibolga yang merupakan jaringan JAD yang berafiliasi dengan ISIS.

"Tujuan mereka adalah untuk amaliah di mana sasarannya adalah aparat keamanan. Target mereka aparat keamanan karena kita sudah 20 tahun memerangi mereka" ‎kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (13/3).


Dedi menyatakan ledakan bom di Sibolga tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2019. Menurut dia para pelaku tidak melihat waktu dan tempat untuk melakukan aksi teror. Karena itu dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Biar aparat keamanan yang bekerja di lapangan karena mereka sudah mempunyai pengalaman yang cukup," tuturnya.

Dedi juga membantah aksi terorisme itu berkaitan dengan rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Sumut ‎pada 15-17 Maret 2019. Salah satu daerah yang akan dikunjungi oleh orang nomor satu di Indonesia itu, adalah Kota Sibolga.

"Tidak ada kaitannya ke sana, polisi melakukan tindakan preventif straight kita melakukan langkah-langkah mitigasi secara maksimal secara proaktif untuk mencegah aksi terorisme‎," ucap Dedi.

Di Sumatra Utara, Presiden Jokowi rencananya akan menghadiri sejumlah agenda, di antaranya adalah peresmian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Batubara.

Pada 17 Maret, Jokowi akan melanjutkan agendanya di Sibolga. Calon presiden nomor urut 01 itu juga akan menghadiri silaturahmi dengan tokoh adat setempat. Jadwal kegiatan Presiden RI itu, beredar di grup WhatsApp di kalangan jurnalis di Medan. (fnr/wis)