Polisi Ledakkan Sisa Bom Teroris Sibolga

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 17:10 WIB
Polisi Ledakkan Sisa Bom Teroris Sibolga Personel kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, 12 Maret 2019. (ANTARA FOTO/Jason Gultom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Densus 88 dan Gegana meledakkan sisa bom yang ditemukan di rumah terduga teroris Sibolga. Peledakan itu dilakukan di kawasan Rindu Alam, Sibuluan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (14/3).

"Itu masih sebagian yang diledakkan karena harus bertahap. Dan sesuai dengan penyelidikan dari tim. Jadi bahan bom ini sudah dicampur dan siap digunakan," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto seperti dikutip dari Antara.

Dari hasil yang ditemukan di rumah terduga teroris, Abu Hamzah, daya ledak bom disebutkan rendah. Namun, sambung Agus, ketika digunakan dalam jumlah besar sangat berbahaya. Polisi menemukan bahan peledak hingga 300 kg dari rumah Abu Hamzah yang berada alan KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara.


Untuk bahan yang sudah dirakit, kata dia, polisi menemukan sebanyak lima peti dan sudah dipasang dalam rompi.


Walaupun sisa bom Sibolga sudah diledakkan hari ini, Agus mengimbau masyarakat untuk tetap tidak mendekati lokasi kejadian karena tim Densus dan Gegana masih sterilisasi lokasi.

"Sewaktu dilakukan strerilisasi oleh tim, ditemukan juga bahan bom yang ditanam dalam lubang yang diameternya cukup besar. Untuk itulah diminta masyarakat agar jangan mendekat ke lokasi, sampai tempat tersebut benar-benar aman dan steril," katanya.

Ranjau di Sekeliling Rumah

Sementara itu di Jakarta, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Abu Hamzah dan istrinya, MHS alias Solimah, telah menanam ranjau atau bom di sekitar rumahnya setelah mendengar kabar penangkapan di Lampung.

Ia pun menjelaskan rangkain bom itu sempat melukai seorang petugas yang hendak menanngkap AH pada Selasa (12/3) lalu.

"Bom yang tertanam yang di halaman itu bom ranjau itu, kemarin sempat meledak salah satunya melukai anggota kita pada saat melakukan upaya paksa masuk ke dalam. Itu dari 4 [bom]," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/3).

Kemudian Dedi juga menerangkan kondisi bom yang ada di rumah AH. Menurutnya, bom-bom yang terpasang semuanya sudah terangkai dan siap ledak.

Sementara itu, empat bom ranjau itu disebut dipasang di setiap sisi rumah yakni bagian depan, samping dan belakang.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/3), polisi menangkap terduga teroris Ro alias PS (23) di kediamannya di Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Sementara itu, Abu Hamzah ditangkap di kediamannya setelah dikepung pada Selasa (12/3). Sedangkan, Istri Abu Hamzah yang menolak menyerahkan diri setelah negosiasi selama 10 jam memilih untuk meledakkan diri bersama anaknya. Sebelumnya dalam pemeriksaan, Dedi mengatakan Hamzah mengaku memiliki tiga orang anak. Sementara itu, dari keterangan tetangganya sang terduga teroris diketahui memiliki dua anak.


[Gambas:Video CNN]

(ani/kid)