Zulkifli: Pemilu Bukan Perang Badar atau Perang Total

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 17:41 WIB
Zulkifli: Pemilu Bukan Perang Badar atau Perang Total Ketum PAN Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penyelenggaraan pemilihan presiden tahun 2019 tak bisa disamakan dengan 'Perang Badar' ala Aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman maupun 'Perang Total' ala Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Ia menyatakan Pemilu dan Pilpres 2019 bukan ajang peperangan melainkan hanya sebuah mekanisme rutin lima tahunan untuk memilih para calon wakil rakyat dan calon presiden.

"Kalau tidak bagus ya pilih yang bagus. Jadi sesederhana itu Pemilu. Jadi sekali lagi pemilu itu bukan perang badar, bukan perang total. Jadi saya kritik keras Pak Moeldoko dan Mbak Neno," kata politikus yang akrab disapa Zulhas itu di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (14/3).
Zulhas menuturkan bahwa Pilpres dalam konsep demokrasi dimaknai sebagai mekanisme untuk memperbarui komitmen para wakil rakyat dan para pasangan capres-cawapres oleh masyarakat.


Ia menyatakan seharusnya masyarakat dapat secara mudah dan bebas untuk menentukan pilihan pemimpin yang disukainya masing-masing.

"Jadi pemilu itu sederhana. Kalau senang, bagus, ya lanjut. Bukan hanya untuk pemerintah. Untuk DPRD kabupaten, provinsi, DPR RI. Kalau bagus ya pilih lagi," kata dia

Lebih lanjut, Zulhas mempersilakan masyarakat untuk mengevaluasi kinerja presiden atau wakil presiden maupun para wakil rakyat yang kini sedang duduk di parlemen.
Evaluasi itu, kata dia, bisa diejawantahkan untuk tak dipilih kembali di Pemilu 2019 bila belum maksimal memperjuangkan masyarakat

"Saya ini kan di DPR, bermitra dengan rakyat yang saya wakili. Kalau mereka tidak setuju lagi ya boleh ganti," kata dia.

Istilah perang total dilontarkan Wakil Ketua TKN Moeldoko pada Februari 2019. Moeldoko menjelaskan TKN telah memiliki strategi untuk memenangi pemilu 2019.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)