Ganjar Jawab Kritik Hambur Uang Rp18 M di Apel Kebangsaan

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 16/03/2019 14:11 WIB
Ganjar Jawab Kritik Hambur Uang Rp18 M di Apel Kebangsaan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan dana Apel Kebangsaan Rp18 miliar telah sesuai prosedur, dan akan dipertanggungjawabkan secara transparan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjawab sejumlah kritik terhadap pelaksaanaan acara Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang dituding banyak menghamburkan uang. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan pengadaan anggaran acara yang mencapai Rp18 miliar sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami sangat transparan, maka siapapun bisa melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah 'monggo', tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah," kata Ganjar di Semarang, Jumat (15/3) malam, dikutip Antara.

Menurut Ganjar, besar kecilnya anggaran kegiatan itu bersifat relatif. Ganjar memastikan acara yang bakal digelar di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima Semarang itu bakal dihadiri sampai 130 ribu orang yang berasal dari 35 kabupaten/kota.


Ganjar menepis besarnya anggaran tersebut berpotensi koruptif. Ganjar memastikan akan mengelola anggaran tersebut secara transparan kepada publik.

"Kalau kami mau sembunyi sembunyi, gak, kami buka kok, makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah," ujarnya.


Ganjar memastikan pihaknya terbuka membuka untuk dikritisi berbagai pihak. Acara Apel Kebangsaan mendatang, kata dia, semata-mata sebagai bentuk kekhawatiran terhadap banyaknya fitnah, hoaks, maupun ujaran kebencian yang terjadi, khususnya di Jawa Tengah.

"Soal tidak sepakat jumlah anggaran gak apa-apa, tapi kita bisa jelaskan," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Mengenai adanya tuduhan jika Apel Kebangsaan merupakan salah satu bentuk kampanye terselubung, Ganjar menegaskan bahwa kegiatan ini tidak ada motivasi politik praktis, meskipun diselenggarakan menjelang pemilu, apalagi untuk dukung salah satu pasangan calon presiden.

"Justru menjelang pemilu, kami tidak mau Jawa Tengah dirobek-robek, maka kita menghadirkan semua orang. Kalau ada orang marah-marah ini kampanye terselubung, lho yang mana (dukungan) capres tertentu," katanya.


Ganjar pun mengundang semua pihak, apapun pilihan politiknya untuk hadir pada Apel Kebangsaan, Minggu nanti. "Siapapun boleh datang, tapi kami berprinsip bertanggung jawab karena ini kerja kita bersama," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah aktivis dan tokoh lintas Agama di Jawa Tengah mengungkap keprihatinan atas kegiatan Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sorotan tajam dilontarkan menyusul anggaran APBD sebesar Rp18 miliar untuk menyukseskan acara tersebut.

Romo Aloysius Budi Purnomo, yang ikut menjadi salah satu pengisi acara merasa terkejut dan sedih melihat fakta bila kegiatan yang akan dihadirinya bersama Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiatmoko, KH Maemun Zubaer dan Habib Lutfie hingga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memakan biaya yang sedemikian fantastis.

"Saya heran bahkan sedih mendengar bahwa biaya yang dikeluarkan sedemikian besar. Saya tidak tahu, biaya sebesar itu untuk apa saja atau siapa saja? Apel Kebangsaan dalam rangka kerukunan penting, tetapi memberi kesan menghamburkan dana sampai belasan miliar rupiah untuk satu acara setengah hari. Memang tidak sepantasnya", ungkap Romo Budi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).

Respons yang sama ikut disuarakan kelompok Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) yang mempertanyakan efektivitas acara tersebut. Padahal, dengan konsep yang tidak jauh berbeda, Pelita rutin menggelar kegiatan bertajuk Pondok Damai dengan biaya tak lebih dari Rp10 juta.

"Anggaran sebesar itu akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk mengadakan kegiatan bertema kebangsaan di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah dalam skala yang lebih kecil," ujar dia.



(ain)