ANALISIS

Beradu Manis Sikap Kiai Ma'ruf dan Santri Sandiaga

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 16:47 WIB
Beradu Manis Sikap Kiai Ma'ruf dan Santri Sandiaga Calon wakil presiden nomor 01, Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sandiwara kiai dan santri diprediksi akan mewarnai Debat Cawapres yang mempertemukan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan Sandi sangat mungkin memosisikan diri sebagai santri Ma'ruf. Hal tersebut terlihat dari gelagat Sandi mencium tangan Ma'ruf pada debat pertama.

"Dia tidak akan fokus ke konten, dia fokus memperlihatkan sosok rendah hati, tidak mau menyerang, pemimpin muda yang santun dan hormat kepada kiyai," kata Pangi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/3).


Gaya itu bagai dua mata pisau bagi Sandi. Di satu sisi, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bisa memenangkan hati rakyat atas citra anak muda yang menjaga sopan santun.
Namun Pangi menyebut bisa jadi bumerang jika Sandi mendebat atau mengkritik pemikiran Ma'ruf meski hanya sedikit.

"Justru dia kejebak kan, akhirnya disebut 'Kok tidak hormat sih Sandi sama kiyai?' 'Kok nyerang?' Padahal misalnya hanya ingin menjelaskan bagaimana pemikiran bapak dan apa solusi yang ditawarkan," ujar dia.

Sementara Ma'ruf dinilai akan masuk dalam permainan Sandi itu. Ma'ruf mau tidak mau bakal memerankan sosok seorang ayah dan kiai.

Debat cawapres, ucap Pangi, bakal menjadi ajang mempertontonkan sopan santun. Debat akan minim diisi adu gagasan substansial.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau nanti Kiai Ma'ruf menyerang, sama dengan pola Pak Jokowi kemarin, akan rugi. Mungkin peran sebagai seorang ayah atau kiai. Mereka berdua juga tidak berambisi menyerang," tuturnya.

Debat cawapres akan mempertemukan dua kandidat dalam tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

Debat akan digelar Minggu (17/3) di Hotek Sultan, Jakarta. Gelaran ini juga akan disiarkan langsung oleh CNNIndonesia.com, CNN Indonesia TV, Trans TV, dan Trans 7. (dhf/ayp)