Menurut dia, program tiga kartu baru yang digagas Jokowi justru sudah ketinggalan zaman bahkan usang dan tidak efisien.
"Di masa depan orang mengarah kepada kesederhanaan, secara kartu itu satu, kemudian fungsinya diperluas. Kalau satu kartu fungsi banyak, itu menunjukkan bahwa small government kaya dengan fungsi," kata Laode di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).
Lebih lanjut Laode juga menjelaskan program kartu sakti Prabowo-Sandi ini akan menggunakan sistem single identity number (SIN) di dalam e-KTP. Sehingga masyarakat pun tidak perlu lagi mengantongi banyak kartu untuk bermacam situasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konektivitas e-KTP dengan sistem integrasi nasional ini pun dipastikan akan masuk dalam program 100 hari masa kepemimpinan jika capres dan cawapres unggulannya terpilih dalam Pilpres 2019 April mendatang.
Lihat juga:Titik Soeharto Sapa Relawan Prabowo-Sandi |
"Di dalam sistim pemetaan yang modern, Satu kartu dianggap lebih mudah secara manajemen, dari operasional lebih murah dan lebih mudah digunakan, ini akan masuk program 100 hari kerja," kata Laode.
"Kalau kita mencontek Amerika di kartu itu nomor jaminan sosial masyarakatnya ada. Kita juga akan menjurus ke sana. Tetapi di tengah jalan karena e-KTP dicampuri kasus, akhirnya berubah. Sekarang Bang Sandi datang dengan gagasan untuk menyempurnakan ini, menjadikan nyata, jadi melakukan ini tidak sulit," kata Ferdinand. (tst/age)