Suharso Ajak PPP Kubu Humphrey Islah

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 03:30 WIB
Suharso Ajak PPP Kubu Humphrey Islah Suharso Monoarfa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengajak Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat untuk islah dan kembali bersama-sama menyatukan partai berlambang Kakbah itu sebagai partai Islam terbesar di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan usai ditetapkan secara resmi sebagai Plt Ketua Umum PPP menggantikan Romahurmuziy di Mukernas PPP, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3) malam

"Saya mengajak pada mereka semua untuk kembali ke rumahnya ya," kata Suharso.


Suharso menyatakan bahwa kepengurusan PPP secara legal formal hanya ada satu di Indonesia ini. Yakni, kepengurusan PPP yang disahkan dalam Muktamar Surabaya, dimana dirinya sebagai Plt Ketua Umumnya saat ini.


"Ya kita masih menyaksikan ya, pernak-pernik secara kultural ada yang masih menamakan dirinya juga Partai Persatuan Pembangunan," kata dia

Selain itu, Suharso bercerita telah bertemu dan makan malam bersama Ketum PPP hasil Muktamar Jakarta sebelumnya, Djan Fariz. Ia mengaku bahwa Djan Fariz sendiri merupakan teman dekatnya sejak lama.

Saat pertemuan itu, kata Suharso, Djan menyatakan akan mendukung penuh PPP untuk tetap solid menghadapi Pemilu 2019.

"Dan beliau mengatakan beliau akan mendukung setidak-tidaknya supaya di dalam pemilu PPP tetap solid," ungkapnya.

Suharso mengaku telah secara resmi mengundang Djan maupun Humphrey untuk hadir di acara Mukernas PPP yang telah digelar. Akan tetapi, kata dia, keduanya berhalangan hadir pada acara tersebut

"Sebagai kawan, saya tahu dia di sebelah sana, saya bilang, kita sedang menghadapi prahara ini, lalu dia bilang, ayo ayo. Saya merasa senang dan gembira. Kembali lah ke rumah besar," kata dia.

Diketahui, PPP kubu Humphrey sendiri telah resmi mendukung pasangan 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Hal itu bertolak belakang dengan dengan keputusan PPP kubu Suharso yang mendukung Jokowi-Ma'ruf. (rzr/age)