Merujuk dari hasil survei Litbang Kompas pada Maret 2019, masih ada 13,4 responden yang belum menentukan pilihannya. Jumlah ini turun dari survei pada Oktober 2018 sebesar 14,7 persen responden menyatakan masih rahasia.
"Di riset yang undecided voters-nya kecil itu, perolehan Jokowi selalu di atas 50 sampai 58 persen. Tapi di riset Kompas, perolehan Jokowi hanya sekitar 50 persenan. Setelah dilihat ternyata undecided voters-nya tinggi," ujar Eva melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PDIP ini optimistis undecided voters telah menentukan pilihan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf akan meningkat. Ia memprediksi tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf pada hari pencoblosan 17 April mendatang mencapai 58 persen.
"Kalau undecided voters (dalam survei) itu enggak mau jawab dan ngomong rahasia, (elektabilitas) Pak Jokowi rendah. Tapi ini indikasinya gampang, ternyata undecided voter kecenderungannya pro ke Jokowi," terangnya.
"Bukan karena mesin partai tapi perilaku undecided voters ini. Semua tentu sudah ngegas, mesin partai sangat full kerja dan pada kecepatan tinggi," ucapnya. (psp/osc)