TKN Optimistis 'Undecided Voters' Bakal Pilih Jokowi

CNN Indonesia | Sabtu, 23/03/2019 08:42 WIB
TKN Optimistis 'Undecided Voters' Bakal Pilih Jokowi Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam survei Litbang Kompas sekitar 50 persen. TKN mengklaim hal itu karena jumlah undecided voters masih tinggi. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Eva Kusuma Sundari meyakini undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan dan swing voters atau pemilih mengambang akan memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 01 di Pilpres 2019.

Merujuk dari hasil survei Litbang Kompas pada Maret 2019, masih ada 13,4 responden yang belum menentukan pilihannya. Jumlah ini turun dari survei pada Oktober 2018 sebesar 14,7 persen responden menyatakan masih rahasia.

"Di riset yang undecided voters-nya kecil itu, perolehan Jokowi selalu di atas 50 sampai 58 persen. Tapi di riset Kompas, perolehan Jokowi hanya sekitar 50 persenan. Setelah dilihat ternyata undecided voters-nya tinggi," ujar Eva melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (23/3).


Dari hasil survei Kompas, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 49,2 persen. Jumlah ini merosot dari survei di bulan Oktober yakni 52,6 persen.

Menurut Eva, hasil survei Kompas itu tak berbeda jauh dengan lembaga survei PolMark Indonesia milik Eep Saefullah. Hasil survei terbaru PolMark menunjukkan 40,4 persen suara memilih Jokowi-Ma'ruf, sedangkan 25,8 persen memilih Prabowo-Sandi. Sementara responden yang belum menentukan pilihan mencapai 33,8 persen.

"Jadi di risetnya Eep dan Kompas itu, elektabilitas Jokowi di sekitar 50 persenan aja karena undecided voters-nya tinggi," katanya.

Politikus PDIP ini optimistis undecided voters telah menentukan pilihan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf akan meningkat. Ia memprediksi tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf pada hari pencoblosan 17 April mendatang mencapai 58 persen.

"Kalau undecided voters (dalam survei) itu enggak mau jawab dan ngomong rahasia, (elektabilitas) Pak Jokowi rendah. Tapi ini indikasinya gampang, ternyata undecided voter kecenderungannya pro ke Jokowi," terangnya.

Hal ini akan berbeda jika banyak undecided voters yang ternyata memilih untuk golput. Kondisi ini yang menurut Eva harus diantisipasi. Sebab perolehan suara Jokowi-Ma'ruf, kata dia akan sangat dipengaruhi oleh suara dari para undecided voters.

"Bukan karena mesin partai tapi perilaku undecided voters ini. Semua tentu sudah ngegas, mesin partai sangat full kerja dan pada kecepatan tinggi," ucapnya. (psp/osc)