Sopir Purnawirawan Inisiatif Pakai Plat TNI Bawa Nasi Bungkus

CNN Indonesia | Sabtu, 23/03/2019 13:37 WIB
Sopir Purnawirawan Inisiatif Pakai Plat TNI Bawa Nasi Bungkus Ilustrasi kampanye. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- POM TNI menyita pelat nomor dinas TNI 3005-00 yang beberapa hari lalu tertangkap kamera berada di lokasi kampanye relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Bogor, Jawa Barat. POM TNI menyita pelat nomor tersebut karena tidak dilengkapi BNKB atau STNK TNI.

"POM TNI melakukan penyitaan pelat nomor dinas TNI 3005-00 yang tidak dilengkapi BNKB (STNK TNI)," demikian keterangan resmi POM TNI yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (23/3). 

TNI juga telah melakukan penyelidikan awal terkait kasus ini. Penyelidikan dilakukan terhadap pihak-pihak terkait di lapangan.


"Tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini," demikian keterangan POM TNI.

Dari penyelidikan TNI menyatakan pemilik mobil Pajero pelat nomor dinas TNI 3005-00 adalah seorang Purnawirawan TNI, pensiun tahun 2001, berinisial RAT.

Hasil penyelidikan menemukan bahwa yang bersangkutan telah mengembalikan mobil dinas saat pensiun. Namun, RAT tetap memegang pelat nomor dinasnya.

Adapun pada hari kejadian, Kamis (21/3) lalu, RAT disebut memerintahkan supirnya berinisial L, membeli nasi bungkus untuk dikirim ke Gedung Pajajaran Bogor. 

POM TNI menuturkan awalnya mobil tersebut berangkat dengan menggunakan nomor registrasi sipil. Namun karena macet L berinisiatif mengganti dengan pelat nomor dinas menuju Gedung Pajajaran Bogor.

Mobel Pajero berpelat nomor dinas TNI itu viral di media sosial pada Jumat (22/3) setelah akun media sosial Twitter @natalsetio, mengunggah video yang menampilkan mobil berpelat 3005-00 itu berada di lokasi kampanye relawan Prabowo-Sandi di Bogor.

Dalam video yang diunggahnya, terlihat seorang pria berbaju warna biru tengah menurunkan sejumlah kantong plastik berwarna merah dari bagasi mobil tersebut.

Akun @natalsetio pun menuliskan cuitan yang meminta agar pejabat di Markas Besar (Mabes) TNI mengecek kebenaran informasi penggunaan mobil itu.

"Ada oknum yang menggunakan mobil dengan plat Mabes TNI mengantar logistik ke posko 02. Dimohon bpk2 di Mabes TNI untuk mengecek kebenarannya. Bravo TNI @Puspen_TNI," cuit @natalsetio.

Badan Pengawas Pemilu ikut mendalami kasus ini. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menyampaikan pihaknya punya waktu sepekan untuk meregistrasi temuan tersebut.

Lembaga itu punya waktu empat belas hari kerja untuk mengumpulkan fakta-fakta dan memutus dugaan pelanggaran pemilu. (wis/wis)