Hidayat mengatakan seharusnya Bawaslu dapat menyebutkan pelanggaran yang dilakukan kandidat secara rinci serta memberikan masukan perbaikan kepada kedua kandidat agar tak mengulangi kejadian serupa.
"Kalau ada penyimpangan sebutkan penyimpangannya apa, lalu koreksinya harus seperti apa? Kemudian terjadi perbaikan-perbaikan agar tak menampilkan kesalahpahaman terhadap Bawaslu," kata Hidayat saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan pihaknya pasti sudah menyiapkan tempat penitipan anak di dalam tiap gelaran kampanye terbuka untuk mencegah pelanggaran tersebut.
Hidayat berpesan agar Bawaslu dapat menyampaikan kepada masing-masing calon dimana letak pelanggaran tersebut dengan lebih akurat. Apabila hal itu tak dilakukan, ia mengaku khawatir akan menimbulkan apatisme bagi publik yang dapat berdampak buruk bagi proses demokratisasi Pemilu di Indonesia.
"Jadi menurut saya Bawaslu harus jadi pengawas yang adil dan berani dan objektif, sebab kemarin-kemarin Bawaslu tak dalam posisi seperti itu, banyak yang dilaporkan ASN, gubernur, bupati walikota, menunjukkan satu gini ga ada tindakan apapun," kata dia.
Sebab, kata dia, pihak kecurangan yang dilakukan pihak petahana akan lebih banyak ketimbang pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sepanjang penyelenggaraan kampanye terbuka.
"Saya yakin kami tak punya banyak akses terhadap fasilitas negara. Justru itu yang diawasi dari paslon yang sekarang ini dari petahana. Misalnya termasuk penggunaan pesawat kepresidenan itu enggak boleh di dalam kampanye. Itu perlu dipantau," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (ugo/rzr)