FOTO: Jokowi Sapa Mamuju, Prabowo di Bandung

Antara Foto, Safir Makki, CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 20:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dua calon presiden hari ini menggelar kampanye terbuka. Jokowi menyapa warga di Mamuju Sulawesi Barat, sementara Prabowo di Kota Bandung, Jabar.

Calon presiden nomor 01 Joko Widodo menggelar kampaye terbuka di Lapangan Bola Makirang, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/3). (Dok. Istimewa)
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) didampingi oleh istinya Iriana Joko Widodo (kanan) menyapa pendukungnya di acara kampanye terbuka di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/03/2019). ANTARAFOTO/Akbar Tado
Jokowi didampingi istrinya Iriana saat menyapa warga di di Lapangan Bola Makirang, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/3). (Dok. Istimewa)
Jokowi menjanjikan penuntasan sejumlah proyek infrastruktur di Sulawesi Barat jika menang di Pilpres 2019. Menurutnya sejumlah proyek jalan yang dalam proses pengerjaan akan rampung pada 2020. Di antaranya, proyek jalan lintas Mamuju, Mamasa, Tabang, Toraja. (Dok.Istimewa)
Proyek jalan dari Polewali hingga Mamasa, Sulawesi Barat, juga akan segera selesai. Proyek jalan lintas kabupaten itu kurang sekitar 30 km. (Dok. Istimewa)
Sementara capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa simpatisan saat Rapat Akbar di Stadion Persib Sidolig, Bandung. Kampanye ini dihadiri seribuan simpatisan dari berbagai partai politik pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto melemparkan topi kepada pendukungnya saat menghadiri kampanye akbar di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Dalam kampanye ini Prabowo Subianto melepas kemeja untuk diberikan ke pendukungnya. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Dalam kampanye ini Prabowo menyatakan program pembagian sejumlah kartu kesejahteraan rakyat oleh Jokowi tak mungkin karena tak sejalan dengan kondisi keuangan negara. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Prabowo juga menyinggung soal kartu pra kerja yang dinilainya bukan solusi yang tepat. Selain tak ada dana, kartu itu menurut dia sama sekali tak mendidik. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)