PKS Akan Tagih Janji Prabowo, PDIP Tekankan Politik Putih

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 04:43 WIB
PKS Akan Tagih Janji Prabowo, PDIP Tekankan Politik Putih Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengaku akan menagih janji kampanye Prabowo-Sandiaga. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku akan menagih janji kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar direalisasikan jika menang dalam Pilpres 2019. Sementara, PDI-Perjuangan (PDIP) menekankan soal politik putih yang memberi keunggulan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Nanti kami tagih bersama-sama janjinya Pak Prabowo dan Bang Sandi. Saya siap menjadi penagih janji kampanyenya Pak Prabowo dan Bang Sandi," ujar Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di hadapan massa Kampanye Akbar Pemenangan Prabowo-Sandi di Lapangan Galuh Mas, Teluk Jambe Timur, Karawang, Jum'at (29/03) lewat keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Janji kampanye Prabowo itu, lanjut Sohibul, salah satunya adalah soal penanganan defisit BPJS Kesehatan.


"Dalam dua ratus hari, masalah BPJS akan kita selesaikan. Semua carut marut masalahnya akan dirapikan agar BPJS menjadi pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah," janjinya.

"Ini semua untuk menciptakan Indonesia sehat," ungkap lelaki yang akrab disapa Kang Iman ini.

Dua kompetitor di Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo.Dua kompetitor di Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (REUTERS/Darren Whiteside)
Prabowo-Sandiaga, kata Sohibul, juga berjanji untuk memberikan hari libur sekolah dan kuliah pada bulan Ramadan. Menurutnya, hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun akhlak anak-anak.

"Pak Prabowo berjanji selama bulan puasa libur termasuk yang di Perguruan tinggi, mereka akan mendapatkan pendidikan di rumah mereka untuk mendapatkan pendidikan akhlakul kharimah," tutup Sohibul.

Terpisah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya menekankan 'politik putih' untuk melawan 'persoalan hitam'.

Hal itu disebutnya merupakan pesan moral yang didapat dari hasil dialog dengan para ulama di Jawa Timur, Jawa Barat, Aceh, Lampung, Banten, hingga DKI Jakarta.

"Politik itu membangun negeri dan politik juga menyelesaikan berbagai persoalan 'hitam' seperti korupsi, hoaks, fitnah, narkoba, terorisme, dan lain-lain. Politik Putih inilah yang menjadi kekuatan utama Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin," ujar Hasto, dikutip dari situs resmi PDIP, Jumat (29/3).

Menurutnya, konsep politik putih itu pula yang membuat elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin terus unggul terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga dalam sejumlah survei.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Tingginya elektoral Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI-Perjuangan menunjukkan bahwa politik membangun peradaban, politik putih, politik kerja, politik tanpa fitnah dan hujatan, lebih diterima rakyat," jelas Hasto. yang juga menjabat Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin itu.

[Gambas:Video CNN] (arh/gil)