Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menilai, kritikan itu justru dilakukan Prabowo sendiri saat merekomendasikan calon gubernur Jawa Timur yang diduga dijualbelikan ke La Nyalla.
"Kritik keras Pak Prabowo itu terpercik ke mukanya sendiri. Pak Prabowo begitu tegas menentang praktik jual beli jabatan tapi dia lupa, bagaimana rekomendasi cagub Jawa Timur dijualbelikan ke La Nyalla," ujar Hasto melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (31/3).
Dalam debat semalam, Prabowo menyampaikan bahwa negara tidak mungkin melaksanakan program pembangunan bila negara lemah, maraknya korupsi, hingga aksi jual beli jabatan masih terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen PDIP ini mengatakan, dari jawaban tersebut menunjukkan bahwa Jokowi lebih mengedepankan budaya organisasi yang berbasis teknologi digital.
"Berbeda dengan Pak Prabowo, selain terjebak pada memori persoalan masa lalu, tidak ada perkembangan gagasan yang berarti," katanya.
La Nyalla pernah mengungkapkan diminta uang Rp40 miliar oleh Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra pada tahun lalu.
Permintaan uang tersebut diduga sebagai mahar politik terkait pencalonannya sebagai gubernur Jatim dalam Pilkada 2018. Namun pernyataan itu telah dibantah oleh pihak Gerindra.
[Gambas:Video CNN] (pris/dea)