Hal ini dikatakannya seusai apel yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam rangka menyukseskan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di Silang Monas, Jakarta, Jumat (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tingkat partisipasi pemilih di Indonesia akan menentukan kualitas suksesnya pemilu serentak 2019.
Foto: CNN Indonesia TVIlustrasi golput. |
Menurut data KPU, jumlah partisipasi pemilih pada Pemilu Legislatif 2014 mencapai 72 persen, golput mencapai 28 persen. Sementara, angka partisipasi pada Pemilu Presiden 2014 mencapai 69,58 persen, atau golput sebesar 30,42 persen.
Sebelumnya dalam apel tersebut, Tjahjo juga menyerukan agar tetap memilih sesuai kehendak masing-masing.
Ia juga mengimbau warga Indonesia untuk melawan racun demokrasi yang berbentuk ujaran kebencian, hoaks, kampanye bertendensi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
"Jangan sampai pemilu tahun 2019 merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kita imbau kepada masyarakat untuk lawan racun demokrasi yaitu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, kampanye yang berujar fitnah, kampanye yg berujar SARA dan hoaks. Itu racun demokrasi yang harus kita lawan," ucap Tjahjo.
Pada saat Apel, Tjahjo membacakan lima poin ikrar ASN yang kemudian diikuti oleh para ASN Kemendagri dan BNPP. Isinya, tekad untuk menjaga dan menyukseskan pemilu dan ajakan untuk tidak golput.
[Gambas:Video CNN] (sas/arh)
Foto: CNN Indonesia TV