Dalam kesempatan ini, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang hadir menyerukan agar warga tak golput di Pemilu 2019 ini.
Gus Ipul juga berharap banyak warga tak golput di Pemilu kali ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama Slank akan tampil formasi lengkap, Mas Abdee Negara juga pasti hadir, alhamdulilah beliau sehat," katanya, merujuk kondisi Abdee yang sempat istirahat akibat gagal ginjal.
Keistimewaan kedua, kata Gus Ipul, adalah hadirnya Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Ustaz Yusuf Mansur yang mengisi kajian dalam sesi Ngaji Kebangsaan.
"Kemudian yang ketiga adalah kehadiran Gubernur Khofifah Indar Parawansa, alhamdulillah beliau rawuh (datang), biasanya gubernurnya enggak pernah datang," kata dia.
Sementara itu, saat sesi kajian Ngaji Kebangsaan Mahfud MD sempat menyinggung fenomena golput yang belakangan makin masif di tengah masyarakat.
Ia pun berpesan agar masyarakat benar-benar menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara 17 April 2019 nanti, tanpa ketakutan apapun.
"Oleh sebab itu pilihlah yang tersedia, karena begitulah sejatinya demokrasi itu. Jangan sampai golput," pesan Mahfud.
Ia juga bercerita soal bagaimana awal sistem demokrasi atau republik bisa dianut oleh Indonesia. Hal itu kata dia adalah hasil kesepakatan para pendiri negeri, termasuk Sukarno usai proklamasi kemerdekaan.
"Ada yang menginginkan demokrasi, ada yang model kerajaan agar dapat memimpin negara secara penuh, setelah berdebat dua hari, akhirnya 55 orang memilih (voting) demokrasi, 6 orang memilih kerjaan, dan 1 orang abstain," kata dia.
"Itulah sebabnya Indonesia ini disepakati dalam bentuk demokrasi, karena negara ini paling plural, beragam sehingga agamanya beda-beda, sukunya ratusan dan bahasanya ratusan dan berbagai ikatan primordial lain," tambahnya.
Mahfud juga menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah kesepakatan final komponen bangsa yang tak boleh diotak-atik lagi.
Dalam kitab suci Alquran, kata Mahfud tak ada satupun ayat yang mengharuskan suatu bangsa untuk menganut sistem khilafah sebagai dasar kenegaraan.
Sesi Ngaji Kebangsaan kemudian dilanjutkan dengan panjatan doa oleh Yusuf Mansur yang turut hadir ditengah puluhan ribu masyarakat Jawa Timur.
Dalam doanya ia berharap agar Indonesia terus dilimpahi kemakmuran serta diberikan kestabilan ekonomi, keamanan serta pemimpin yang tepat pada 17 April 2019 mendatang.
"Mari berdoa agar semuanya diberi kelancaran, rezeki, kerjaan. Juga Indonesia diberkahi oleh Allah SWT," kata dia.
Ngaji Kebangsaan kemudian ditutup Slank, yang membawakan 15 lagu andalannya. (frd/wis)