Lagu 'Naik-naik Prabowo-Sandi' Bergema di Tepi Sungai Musi

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 13:13 WIB
Lagu 'Naik-naik Prabowo-Sandi' Bergema di Tepi Sungai Musi Massa pendukung Prabowo Subianto di Palembang, Selasa (9/4). (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia -- Ribuan orang yang menantikan kehadiran Prabowo Subianto di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatera Selatan, kompak menyanyikan lagu Naik-naik ke Puncak Gunung yang diplesetkan liriknya. '

Lirik Naik-naik ke Puncak Gunung, Tinggi-tinggi sekali diubah menjadi Naik-naik Prabowo-Sandi, Turun-turun Jokowi.

Prabowo siang ini dijadwalkan menggelar kampanye terbuka di sana pukul 12.30 WIB. Namun massa sudah berkumpul dan memadati alun-alun Kota Palembang sejak pukul 09.00 WIB.


Waktu menunggu itu diisi oleh hiburan musik dari Soneta Grup yang digawangi Rhoma Irama. Ketua Partai Idaman ini membawakan lima tembang, diantaranya Azza, Adu Domba, 250 Juta Jiwa, dan Hak Asasi.

Para massa pendukung tanpa henti bergoyang sambi mengangkat jari telunjuk dan ibu jari sebagai simbol salam khas paslon nomor urut 02.

Massa pendukung yang menggunakan getek dan kapal jukung turut mondar-mandir di pesisir Sungai Musi, bergoyang saat Rhoma bernyanyi.

Usai Rhoma berhenti bernyanyi, para massa pendukung masih terus mengumandangkan lagu. Namun lagu tersebut bukan lagu Rhoma, melainkan lagu Naik Gunung yang diubah liriknya.

"Naik-naik Prabowo-Sandi, turun-turun Jokowi," kumandang massa berulang kali hingga dihentikan oleh orasi politik oleh kader partai pendukung paslon nomor urut 02.

Polda Sumatera Selatan mengerahkan tim gabungan yang disiagakan di beberapa titik konsentrasi massa pendukung sebagai bentuk pengamanan terhadap kampanye Prabowo.

Tim gabungan terdiri dari 378 personel Polda Sumsel, 100 personel Brimob Polda Sumsel, 380 Polresta Palembang, serta 2 pleton dari Kodam II/Sriwijaya. 

Polisi juga menutup Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang sebagai antisipasi kemacetan akibat kampanye Prabowo. 

"Untuk mengantisipasi kemacetan, kita juga lakukan rekayasa lalu lintas. Jembatan Ampera akan ditutup sementara karena akan ada pawai dan arak-arakan dari Pasar Cinde ke BKB (Benteng Kuto Besak) sejauh 1,5 kilometer," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi. (idz/wis)