Moeldoko Puji SBY: Pemilu Bukan untuk Sekelompok Golongan

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 15:59 WIB
Moeldoko Puji SBY: Pemilu Bukan untuk Sekelompok Golongan Kepala KSP Moeldoko memuji surat SBY yang mengkritik kampanye akbar Prabowo Subianto di GBK. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memuji surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengkritik kampanye calon presiden 02 Prabowo Subianto.

Moeldoko menyampaikan sudah seharusnya kampanye pilpres yang inklusif menjadi milik semua kalangan.

"Ya, saya pikir bagus lah, bahwa pemilu itu untuk bangsa Indonesia, bukan untuk sekelompok golongan," kata Moeldoko saat ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (9/4).


Moeldoko enggan berkomentar terkait dugaan keretakan di Koalisi Adil Makmur usai ada surat SBY tersebut.


Mantan Panglima TNI itu hanya menyoroti keresahan SBY terkait politik identitas yang menguat di Pilpres 2019.

"Ini kan kita khawatirkan, bangsa ini kan bangsa milik semuanya. Politik identitas jangan dimunculkan, jangan seperti itu, tidak bolehlah," ujar dia.

Surat SBY itu ditujukan kepada tiga petinggi partai, yaitu Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hassan, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.


Surat itu berisi keberatan SBY terhadap kampanye akbar Prabowo di GBK, Jakarta, Minggu (7/4). Menurut SBY, kampanye di GBK itu didesain terlalu eksklusif untuk umat Muslim. SBY meminta jajarannya untuk mengingatkan Prabowo bahwa kampanye 02 harus mengusung keberagaman.

"Penyelenggaraan kampanye nasional (di mana Partai Demokrat menjadi bagian di dalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan inclusiveness, dengan sasanti 'Indonesia Untuk Semua' Juga mencerminkan kebinekaan atau kemajemukan," kata SBY dalam surat tersebut.

Hinca Panjaitan menyampaikan SBY sejak awal menilai kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK sarat dengan nuansa politik identitas. SBY juga tak sepakat dengan penggunaan frasa 'putihkan GBK' karena mengasosiasikan penganut agama tertentu saja. 

Namun pada kampanye akbar tersebut setidaknya ada tiga perwakilan agama yang ikut menyampaikan pesan di panggung. Bukan hanya pesan, mereka yang beragama Kristen, Katolik, dan Buddha pun turut membacakan doa untuk Prabowo-Sandi.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)