Nusron Wahid Bantah Minta Bowo Siapkan Amplop Serangan Fajar

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 21:22 WIB
Nusron Wahid Bantah Minta Bowo Siapkan Amplop Serangan Fajar Politikus Partai Golkar Nusron Wahid membantah menyuruh Bowo Sidik untuk siapkan amplop serangan fajar. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Golkar Nusron Wahid membantah pernah memberi perintah kepada rekan separtainya Bowo Sidik Pangarso untuk menyiapkan 400 ribu amplop serangan fajar.

"Tidak benar," kata Nusron kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (9/4).

Saat ditanya lebih lanjut apakah dirinya siap untuk diperiksa KPK, Nusron tidak menjawab.


Sebelumnya, tersangka kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia Bowo Sidik Pangarso mengatakan politikus Partai Golkar Nusron Wahid memerintahkannya untuk menyiapkan 400 ribu amplop yang akan digunakan untuk serangan fajar.

"Nusron meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu amplop untuk menyiapkan itu," kata Bowo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4).

Hal itu pun dibenarkan oleh pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk. Bahkan, kata Saut, Nusron juga menyiapkan amplop sebanyak 600 ribu buah. Dengan demikian, total amplop yang disiapkan Nusron dan Bowo sebanyak satu juta amplop.

"Amplop mau dibagi ke Jawa Tengah atas perintah pimpinan dia pak Nusron Wahid. Pimpinan di pemenangan pemilu. Bappilu Jateng Kalimantan. Ini langsung disampaikan Bowo ke penyidik," kata Saut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa 400 ribu amplop yang menjadi barang bukti dalam kasus suap yang menjerat anggota DPR RI Bowo Pangarso diisi dalam waktu satu bulan. Setidaknya ada Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu dalam 400 ribu amplop tersebut.

[Gambas:Video CNN] (SAH/arh)