Polri Sebar 40 Ribu Brimob Amankan Hari Pencoblosan 17 April

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 07:47 WIB
Polri Sebar 40 Ribu Brimob Amankan Hari Pencoblosan 17 April Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menerjunkan 40.831 personel Brimob untuk memperketat pengamanan di hari pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan puluhan ribu personel Brimob tersebut akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia.

"Kami sudah menyiapkan 40.831 pasukan dari Brimob dalam rangka melakukan penebalan-penebalan di setiap Polda untuk membantu apabila terjadi sesuatu di sana," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/4).

Dedi menyampaikan fokus pengamanan akan dilakukan pada tiga waktu, yakni saat pencoblosan, penghitungan suara, serta setelah penghitungan suara.


Ia menuturkan pihaknya juga telah lebih dulu mendeteksi potensi kerawanan saat pemilu berlangsung. Pemetaan tersebut dilakukan untuk menyiapkan berbagai skema pengamanan.

Selain itu, sambung Dedi, para personel yang dikerahkan telah melakukan mitigasi jika terjadi konflik saat pemilu.

"Dua pertiga pasukan sudah melakukan mitigasi kerawanan konflik sosial saat pencoblosan maupun pascapencoblosan," ujarnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa personel di setiap daerah telah disiapkan untuk ditarik ke daerah lain yang membutuhkan tambahan pasukan untuk melakukan pengamanan.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, kepolisian juga terus memetakan daerah-daerah rawan konflik, terutama setelah masa kampanye terbuka berakhir. Diketahui, kampanye terbuka akan berakhir pada Sabtu 13 April mendatang dan setelahnya akan memasuki masa tenang.


Pengamanan Logistik Pemilu

Selain soal pengamanan di hari pemungutan suara, Polri juga menerjunkan 287 personel polisi untuk mengamankan proses pendistribusian logistik Pemilu 2019, seperti kotak dan surat suara.

Ratusan personel tersebut terdiri dari 205 personel polisi di tingkat polres dan 82 personel tambahan dari Brimob. Seluruh personel itu diterjunkan di 41 lokasi logistik pemilu.

"Dari 41 lokasi perusahaan diamankan oleh tingkat Polres masing-masing lokasi lima (personel), kemudian di-back up lagi 82 (personel) dari Brimob," kata Dedi.

Lokasi-lokasi yang diamankan tersebut, yakni enam lokasi di Jakarta, enam lokasi di Jawa Tengah, 12 lokasi di Jawa Timur, 12 lokasi di Jawa Barat, dua lokasi di Bali, satu lokasi di Banten, dan dua lokasi di Sulawesi Selatan.

Untuk teknis pengamanannya ada tujuh personel yang terdiri dari lima personel polisi dan dua anggota Brimob yang mengawal logistik dari gudang percetakan ke gudang logistik.

Di gudang logistik, kata Dedi, juga sudah disiapkan pengamanan tersendiri yang terdiri dari lima personel polisi.

"Jadi 12 orang, pengamanan dan pengawalan itu tujuh orang, kemudian yang mengamankan di gudang penyimpanan logistik itu ada lima orang," tutur Dedi. (dis/osc)