Jokowi: Yang di Jakarta Kadang-kadang Sok Tahu soal Desa

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 19:07 WIB
Jokowi: Yang di Jakarta Kadang-kadang Sok Tahu soal Desa Presiden Jokowi menyatakan bahwa membangun desa berarti membangun Indonesia. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan kepala dan perangkat desa adalah pihak yang mengetahui detail apa saja yang dibutuhkan buat pembangunan di desa mereka. Sementara orang atau pihak yang di Jakarta tak lebih dari sekadar 'sok tahu' dengan kebutuhan masing-masing desa.

Hal itu dikatakan Jokowi dalam Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa se-Indonesia, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (10/4).

"Yang di Jakarta ini kadang-kadang sok tahu, tapi enggak ngerti yang bener. Yang tahu, yang menguasai medan ya bapak ibu sekalian mengenai desa, enggak ada yang lain," kata Jokowi.


Jokowi mengatakan pembangunan desa selalu berada di dalam pikiran dan hatinya. Menurut mantan Wali Kota Solo itu, membangun desa berarti membangun Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki sekitar 74.900 desa.


"Desa itu selalu berada dalam pikiran dan hati saya. Bukan karena saya berasal dari desa. Bukan itu saja, tetapi menurut saya membangun desa artinya membangun Indonesia," ujarnya.

Jokowi pun mengibaratkan desa seperti negera kecil. Menurutnya, para kepala desa yang hadir dalam silaturahmi tersebut merupakan presiden di desa masing-masing. Jokowi pun memahami kerja kepala desa yang bisa 24 jam.

"Bapak ibu sekalian adalah presidennya desa. Desa ini seperti republik kecil, seperti negara kecil. Jadi bapak ibu semuanya seperti presiden, tetapi di desa," katanya.

Menurut Jokowi, pemerintah sudah tepat mengucurkan anggaran untuk desa sejak 2015 lalu yang setiap tahunnya selalu naik. Pada 2015 pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20 triliun, 2016 sebesar Rp47 triliun, 2017 dan 2018 masing-masing sebesar Rp60 triliun, serta tahun ini sebesar Rp70 triliun.

"Sudah bertahun-tahun kita tidak memperhatikan desa," kata Jokowi.


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa sampai tahun ini total pemerintah sudah memberikan dana desa sebesar Rp257 triliun. Jokowi pun meminta kepada para kepala desa dan perangkat desa untuk hati-hati dalam menggunakan dana tersebut.

"Saya pastikan ke depan akan naik terus anggarannya. Penggunaannya betul betul diarahkan tepat sasaran," ujarnya.

Jokowi menambahkan berdasarkan data yang dirinya terima, dana desa sampai akhir 2018 telah digunakan untuk membangun, antara lain 191 kilometer jalan desa, 24 ribu Posyandu, 50 ribu PAUD, 8.900 pasar desa, 58 ribu unit irigasi, dan 1,1 juta meter jembatan desa.

"Jumlah jumlah seperti ini harus terus ditingkatkan karena. Ke depan dana desa akan terus kita tingkatkan setiap tahunnya," kata Jokowi. (fra/osc)