Dua Tahun Kasus Air Keras, Prabowo Sebut Novel Pendekar

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 21:12 WIB
Dua Tahun Kasus Air Keras, Prabowo Sebut Novel Pendekar Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Dalam pesannya itu ia menyampaikan kepada Novel bahwa luka di mata kiri yang dideritanya adalah risiko seorang pendekar.

Pesan itu dikirim Prabowo dalam rangka memperingati dua tahun kasus penyiraman air keras yang dialami oleh sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang jatuh pada 11 April 2019 esok.

Prabowo, menulis pesan tersebut dalam secarik kertas yang ditandatanganinya. Proses penandatanganannya pun diunggah oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak di akun instagramnya.


"Saya yakin Bung Novel Baswedan adalah pendekar pejuang dan pembela keadilan. Luka dan gugur dalam pertempuran adalah resiko seorang pendekar," tulis Prabowo dalam kertas itu dalam akun instagram Dahnil seperti yang dilihat CNNIndonesia.com, Rabu (10/4).

[Gambas:Instagram]

Tak lupa mantan Danjen Kopassus itu menyemangati Novel untuk terus membela kebenaran.

"Membela kebenaran dan kejujuran adalah kehormatan," tulis Prabowo.

Diketahui, pada 17 April 2017 silam Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal. Hingga saat ini kasus penyiraman itu masih gelap.

Padahal Kapolri Tito Karnavian telah menerbitkan surat tugas untuk membentuk tim gabungan dalam pengusutan kasus Novel. eks Kapolda Metro Jaya Irjen Irjen Idham Azis ditunjuk sebagai ketua tim. Sementara penanggung jawab tim adalah Tito sendiri.

Setidaknya ada 65 nama yang masuk ke tim gabungan tersebut. Dilibatkan pula dalam tim itu anggota Densus 88 Antiteror Polri serta tim dari KPK.

Beberapa pakar yang masuk tim adalah mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, peneliti utama LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Selain itu ada juga nama mantan Komisioner Komnas Ham Nur Kholis dan eks ketua Komnas HAM yang kini dikenal sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim.

(sah/osc)