TKN Curiga KPU-Bawaslu Terlibat Kasus Suara Jokowi Tercoblos

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 19:37 WIB
TKN Curiga KPU-Bawaslu Terlibat Kasus Suara Jokowi Tercoblos ilustrasi surat suara pilpres 2019. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Benny Pasaribu mencurigai adanya peran oknum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penemuan surat suara pemilu 2019 tercoblos untuk paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Malaysia. 

Lebih lanjut Benny mengatakan Bawaslu dan KPU harus melakukan penyelidikan terkait penemuan surat suara Jokowi tercoblos tersebut. 

"Saya kira Bawaslu dan KPU harus mengambil tindakan kenapa kok bisa sampai bocor. Pasti ada kerja sama juga dengan KPU dan Bawaslu," kata Benny saat ditemui usai konferensi pers pemaparan prediksi Big Data Menara Digital Network di Gedung Financial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (11/4).


Dalam video juga terlihat beberapa nama caleg dari partai NasDem sudah tercoblos. Benny meyakini bahwa bentuk kecurangan ini tidak dilakukan oleh para caleg, tapi dilakukan oleh para tim suksesnya. 


Tim sukses ini disebut Benny akan mendapat banyak keuntungan apabila menang dalam pemilu. Oleh karena itu, segala cara digunakan oleh tim sukses. 

"Ini bukan ulah caleg atau ulang orang tuanya. Tapi kadang kadang para pendukung ini pemain semua. Jangan salah, timses ini yang sering jadi sukses. Jadi kerja sekali, segala cara bisa dilakukan," ujar Benny. 

Benny mengatakan caleg juga harus mengingatkan para anggota timses agar tidak berbuat kecurangan atau melanggar peraturan. Kalau ada pelanggaran oknum anggota timses yang berbuat kecurangan ini harus segera ditindak. 

"Kalau ada pelanggaran aturan ya sudah, ditindak saja. Ini (surat suara tercoblos) perbuatan yang tidak benar, perbuatan yang salah yang keliru," kata Benny. 


TKN Kerahkan Tim ke Malaysia

Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya telah menugaskan juru kampanye nasional TKN Zuhairi Misrawi untuk mengusut dugaan surat suara tercoblos ke pasangan Jokowi-Ma'ruf di Malaysia. 

Selain dari TKN, sejumlah calon anggota legislatif PDIP dengan daerah pemilihan luar negeri seperti Masinton Pasaribu dan Eriko Sotarduga juga turut menelusuri dugaan tersebut. 

"Kami tugaskan Pak Zuhaimi. Dari PDIP juga Pak Eriko, Pak Masinton kan masing-masing punya tim sendiri," ujar Hasto di posko pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (11/4). 

Sekjen PDIP ini mengakui sejak lama Malaysia termasuk daerah yang hasil pemilihannya cukup sengit bersaing dengan kubu lawan. Pihaknya mengklaim telah berupaya mengantisipasi agar kasus serupa tak lagi terulang. 

"Kita tahu Malaysia sejak dulu daerah yang berimbang. Makanya kami antisipasi dari berbagai cara delegitimasi penyelenggara pemilu dengan berbagai hal seperti ini," katanya. 


Selain surat suara capres, muncul dugaan sejumlah surat suara bagi caleg Nasdem yang juga telah tercoblos. Namun menurut Hasto, tak menutup kemungkinan surat coblosan caleg itu karena simulasi pemilihan dari KPU.

"Kertas suara yang terdaftar dan punya tanda khusus kan dikeluarkan KPU. Kita ada fungsi Bawaslu juga, jadi jangan dikit-dikit salahkan Pak Jokowi," ucapnya. 

Terlepas dari hal tersebut, Hasto meyakini rentetan peristiwa hoaks yang belakangan terjadi merupakan upaya sistematis untuk mendelegitimasi kualitas demokrasi saat ini. Sebelum dugaan tercoblosnya surat suara di Malaysia, juga ada hoaks tujuh kontainer hingga server KPU. 

Bawaslu Kumpulkan Bukti

Bawaslu masih mengumpulkan bukti-bukti terkait surat suara yang sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. Bawaslu baru akan mengambil keputusan setelah bukti sudah terkumpul.

"Tindakan kami saat ini kami sedang mengumpulkan data dokumen bukti-bukti hasil pengawasan sistem kami di Malaysia," kata Ketua Bawaslu Abhan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (11/4).

Abhan mengatakan pihaknya sudah memperoleh laporan dari tim mereka di Malaysia. Saat ini Bawaslu masih meneliti siapa pelaku dan modus kejadian tersebut.

"Sore ini atau malam inilah nanti ada keputusan kami, apa yang harus kami keluarkan tindakan, rekomendasi kami untuk itu nanti ada," lengkapnya.


Sebelumnya, Bawaslu meminta Pemilu 2019 di Malaysia dihentikan usai beredar video di media sosial penemuan surat suara tercoblos untuk paslon 01 Jokowi-Ma'ruf.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengonfirmasi kebenaran video itu. Ia menyebut surat suara itu ditemukan oleh PPLN Kuala Lumpur.

Fritz menyebut penghentian harus dilakukan sampai ada semua terbukti bahwa ada atau tidak ada tindakan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif.

[Gambas:Video CNN] (jnp)