Demokrat Akui Terlibat Investigasi Kecurangan di Malaysia

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 19:29 WIB
Demokrat Akui Terlibat Investigasi Kecurangan di Malaysia Wasekjen Demokrat Andi Arief. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengklaim pihaknya selama ini berupaya untuk melakukan investigasi terkait potensi kecurangan Pemilu 2019, khususnya pilpres. Itu dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang mencurigai aktivitas tertentu terkait Pemilu, seperti tercoblosnya surat suara Jokowi di Malaysia.

Sebelumnya, beredar video penemuan puluhan kantung surat suara yang telah dicoblos di Malaysia. Dalam video yang beredar, Andi mengatakan ada kader Demokrat yang turut berperan dalam penemuan surat suara tersebut.

"Partai Demokrat memang melakukan investigasi dan ingin melakukan OTT pada kecurangan," ucap Andi melalui pesan singkat, Kamis (11/4).

Andi mengatakan Demokrat selalu serius menanggapi laporan dari masyarakat. Tindakan konkret lalu dilakukan berupa investigasi untuk membuktikan kecurigaan yang ada. Dia mengatakan penemuan surat suara yang tercoblos di Malaysia adalah bukti.


"Hari ini sebagian kecil terbukti. Mudah-mudahan KPU mau mendengar masukan dari masyarakat," ucap Andi.

Andi menekankan bahwa pihaknya membuka laporan masyarakat dari berbagai daerah soal potensi atau kecurigaan terhadap kecurangan pemilu. Jika memang ada aktivitas mencurigakan yang dilaporkan, Demokrat akan mendengar lalu menelisik lebih jauh.

Andi mengatakan kejadian Malaysia adalah contoh kecil. Dia memberi sinyal ada kecurangan di tempat lain.

"Apakah di tempat lain ada indikasi serupa? Saya tidak menyatakan berakhir di sini," kata Andi.

Untuk diketahui video penemuan puluhan kantung surat suara yang sudah tercoblos di Bandar Baru, Bangi, Selangor, Malaysia pada Kamis (11/4) beredar. Dalam video, puluhan kantung berwarna hitam tersebut berada di ruangan yang sudah tidak terpakai.

Sejumlah orang yang nampak di video menunjukkan surat suara dalam kantung. Ada coblosan di kolom paslon pilpres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebagian dari mereka juga menunjukkan surat suara calon anggota legislatif daerah pemilihan Jakarta II mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri. Surat suara yang ditunjukkan sudah tercoblos caleg partai NasDem.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar meminta KPU berhenti melakukan pemungutan suara di Malaysia.

"Sampai dengan adanya penyelidikan kasus ini," ucap Fritz saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).

KPU sendiri langsung menghelat rapat mendadak. Mereka ingin membicarakan surat suara tercoblos di Malaysia yang baru saja ditemukan.
(bmw/osc)