Analisis

Adu Jitu Jokowi dan Prabowo Gaet Pemilih Labil di Menit Akhir

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 09:05 WIB
Kontestan Pilpres 2019, capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu di Gedung KPU RI. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari pemungutan suara Pilpres 2019 bakal berlangsung kurang dari sepekan lagi.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki waktu yang sangat sedikit untuk meyakinkan pemilih labil (swing voters) dan masyarakat yang belum menentukan pilihan (undecided).

Jokowi dan Prabowo masih punya waktu sekitar empat hari untuk melakukan kampanye terbuka menjelang masa tenang pada 14 April 2019 mendatang.


Di sisa waktu kampanye itu, Jokowi sebagai petahana sangat gencar melakukan kampanye terbuka di sejumlah wilayah di antaranya Bogor, Sukabumi, Depok, dan Jakarta.


Sementara itu, Prabowo, justru cenderung mengosongkan jadwal kampanyenya dan memilih untuk mempersiapkan debat capres terakhir yang jatuh pada 13 April 2019. Tercatat Prabowo hanya berkampanye sekali di Surabaya hari ini, Jumat (12/4).

Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menilai mendekati hari H, keduanya tengah beradu jitu dalam menerapkan strategi pemenangan.

Jokowi, kata Ubedilah, menggunakan strategi kampanye terbuka untuk menggaet swing dan undecided voters, sementara Prabowo bersiasat dengan mempersiapkan debat.

Undecided dan swing voters, kata Ubed, sangat menentukan kemenangan keduanya di Pilpres 2019 mendatang. Sebab angka keduanya sangat tinggi.

Salah satunya survei terkini yang digelar Indikator Politik Indonesia. Saat merilis hasil survei pada 3 April lalu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi menyatakan lembaganya menemukan pada survei kurun waktu 22-29 Maret 2019 angka swing voters mencapai 16,9 persen sementara undecided voters mencapai 7,2 persen. Kemudian survei nasional yang dilakukan Voxpol Center Research and Consulting pada 18 Maret-1 April 2019 angka undecided voters mencapai 7,9 persen dari 1.600 responden.

Angka tersebut terbilang cukup signifikan apalagi jika berkaca pada hasil survei yang menyatakan selisih suara Prabowo dan Jokowi hanya terpaut di kisaran 18 sampai 20 persen, walaupun ada segelintir lembaga survei lain yang menyebutkan angkanya lebih.

"Kemampuan mereka menggaet undecided voters dan meyakinkan swing voters ada di strategi mereka," kata Ubed kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).

Menurut dia, strategi yang paling jitu untuk memenangkan hati para undecided voters dan swing voters adalah dengan cara menguasai debat terakhir yang dijadwalkan digelar pada 13 April mendatang.

Pasalnya, karakteristik undecided voters dan swing voters ini cenderung kritis, sehingga mereka lebih suka untuk melihat gagasan-gagasan yang disampaikan masing-masing calon sebelum menentukan pilihan.

Ubed sendiri menilai kampanye terbuka sendiri tidak cukup efektif untuk menarik hati para pemilih labil ini. Sebab, kampanye terbuka hanya jadi ajang untuk unjuk gigi jumlah massa, bukan menyampaikan gagasan-gagasan efektif secara tepat.

Belum lagi, kata dia, materi yang disampaikan di kampanye terbuka cenderung negatif dan saling menyerang, bukan memberikan gagasan substantif yang dapat menarik hati dua kelompok pemilih tersebut.

Prabowo, kata Ubed, dalam hal ini melihat celah itu. Alhasil dia lebih memilih beristirahat dan menyusun siasat untuk memenangkan debat, ketimbang, menggelar kampanye terbuka seperti halnya yang dilakukan Jokowi.

"Istirahatnya Prabowo untuk menyiapkan debat, saya kira itu strategi yang dilakukan untuk semacam mengumpulkan bahan dan energi untuk tampil lebih baik," ucapnya.


[Gambas:Video CNN] (sah/kid)
1 dari 2