TNI, kata Gatot, pada saat dirinya menjabat sebagai panglima, hanya menerima alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6 triliun. Padahal, kata dia, alokasi yang dibutuhkan TNI tiap tahunnya begitu besar.
"Departemen Pertahanan, Mabes TNI, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), jumlah personelnya lebih dari 455 ribu. Mempunyai ratusan pesawat terbang tempur, ratusan kapal perang ribuan tank, dan senjata berat, anggarannya hanya Rp6 triliun lebih," kata Gatot di acara Pidato Kebangsaan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun membandingkan dengan sebuah instutusi lain yang memiliki personel serta persenjataan lebih minim. Ia juga sempat menyinggung soal anggran yang didapatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Gatot mengaku saat dirinya masih mrnjabat, ia sudah berusaha sekuat mungkin agar TNI memperoleh anggaran yang layak. Namun demikian dirinya mengaku tak berdaya. Gatot menolak menyalahkan pihak manapun terkait hal itu.
Lihat juga:Prabowo: Kadang-kadang Pemimpin Harus Marah |
Selain itu Gatot juga sempat menyinggung peristiwa pencopotan sejumlah pejabat TNI, usai dirinya lengser. Padahal mereka, kata Gatot, adalah orang-orang yang menurutnya terbaik dan memiliki jasa pada institusinya.
"Begitu saya turun, semua yang terbaik dicabut. Pak Ilyas Alamsyah (Eks Kabais TNI) dialah yang selesaikan Poso tapi dicopot sampai sekarang tanpa jabatan. Termasuk direktur A yang bongkar senjata sekarang dicopot tanpa jabatan. Panglima divisi 1 dan 2 dicopot. Pangdam Kopassus dicopot tanpa jabatan," kata dia.