Gatot Nurmantyo Ungkap Ketimpangan Anggaran TNI dengan Polri

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 23:13 WIB
Gatot Nurmantyo Ungkap Ketimpangan Anggaran TNI dengan Polri Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menyinggung ketimpangan anggaran yang diberikan pemerintah antara TNI dengan Polri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap kondisi anggaran TNI yang minim diberikan pemerintah. Padahal, kata dia, salah satu yang menentukan kehormatan negara bergantung dari TNI. Menurutnya, yang ironis adalah anggaran untuk TNI sangat minim.

TNI, kata Gatot, pada saat dirinya menjabat sebagai panglima, hanya menerima alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6 triliun. Padahal, kata dia, alokasi yang dibutuhkan TNI tiap tahunnya begitu besar.

"Departemen Pertahanan, Mabes TNI, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), jumlah personelnya lebih dari 455 ribu. Mempunyai ratusan pesawat terbang tempur, ratusan kapal perang ribuan tank, dan senjata berat, anggarannya hanya Rp6 triliun lebih," kata Gatot di acara Pidato Kebangsaan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4).

Dengan anggaran yang minim tersebut, kata Gatot, pembagian yang diperoleh setiap departemen pun juga sedikit yakni, Departemen Pertahanan Rp1 triliun, AD Rp1 triliun lebih, AL Rp1 triliun lebih, AU Rp1 triliun lebih, dan Mabes TNI Rp900 miliar.



Ia pun membandingkan dengan sebuah instutusi lain yang memiliki personel serta persenjataan lebih minim. Ia juga sempat menyinggung soal anggran yang didapatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Tetapi ada institusi yang tidak punya pesawat tempur, senjatanya pendek, dan hanya senjata laras panjang sedikit saja, dan jumlah personelnya tidak sampai 3.000 tetapi anggarannya Rp4 triliun. Dan Kepolisian Republik Indonesia Rp 17 triliun," kata dia, diiringi sorakan audience yang hadir.

Gatot mengaku saat dirinya masih mrnjabat, ia sudah berusaha sekuat mungkin agar TNI memperoleh anggaran yang layak. Namun demikian dirinya mengaku tak berdaya. Gatot menolak menyalahkan pihak manapun terkait hal itu.


Selain itu Gatot juga sempat menyinggung peristiwa pencopotan sejumlah pejabat TNI, usai dirinya lengser. Padahal mereka, kata Gatot, adalah orang-orang yang menurutnya terbaik dan memiliki jasa pada institusinya.

"Begitu saya turun, semua yang terbaik dicabut. Pak Ilyas Alamsyah (Eks Kabais TNI) dialah yang selesaikan Poso tapi dicopot sampai sekarang tanpa jabatan. Termasuk direktur A yang bongkar senjata sekarang dicopot tanpa jabatan. Panglima divisi 1 dan 2 dicopot. Pangdam Kopassus dicopot tanpa jabatan," kata dia.

(frd/ain)