TransJakarta Kaji Rute Uji bagi Bus Listrik Terbaru

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 05:34 WIB
TransJakarta Kaji Rute Uji bagi Bus Listrik Terbaru Salah satu konsep bus listrik Transjakarta yang dipamerkan di JIExpo, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT TransJakarta sedang mengkaji rute-rute yang nantinya bakal dilintasi oleh bus listrik yang tengah dalam proses pengadaan. Rute prioritas adalah yang dapat menguji jarak tempuh kendaraan dan kapasitasnya.

Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph menerangkan setidaknya ada dua tipe rute yang segera diterapkan untuk bus listrik.

"Tipe lokasi pertama adalah lokasi yang secara lalu lintas lebih lancar. Itu sangat penting untuk dapat menguji kendaraan ini jarak tempuhnya berapa," kata Daud di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/4).


Kemudian rute kedua ialah rute yang mendapat perhatian dari masyarakat. Dalam hal ini TransJakarta mencoba merumuskan rute-rute yang berpotensi memiliki penumpang yang sangat banyak.

Cara ini juga disebut Daud bertujuan untuk menguji kapasitas bus.

Panel dasbor bus listrik TransJakarta.Panel dasbor bus listrik TransJakarta. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
"Lokasi yang mendapatkan ekspose yang positif kepada lebih banyak orang. Artinya daerah yang selama ini jumlah penumpangnya banyak," ujar dia.

"Tentunya, salah satu cara untuk menguji daya tahan kendaraan adalah dengan menguji muatannya bisa berapa," lanjut dia.

Kendati begitu, Daud mengatakan hingga kini masih menerima usulan-usulan dari berbagai pihak soal rute. Salah satu rute yang paling memungkinkan untuk dilewati ialah daerah perkantoran dan titik kepadatan.

"Tapi, konsentrasinya biasanya ada di Jalan Gatot Subroto, Jalan Rasuna Said, Jalan Sudirman-Thamrin," jelas Daud.

Saat ini, lanjutnya, proses pengadaan masih dalam tahap validasi peraturan perusahaan produsen bus listrik dengan peraturan Indonesia. Mereka sedang melengkapi persyaratan kendaraan yang masuk ke Indonesia.

"Bagaimana dengan dimensi kendaraan, apakah sudah sesuai. Kemudian bagaimana dengan driving system, biasanya kan kendaraan yang ada di luar negeri itu stirnya stir kiri," jelas dia.

Logo TransJakarta.Logo TransJakarta. (CNN Indonesia/Denny Aprianto)
"Kemudian bagaimana dengan ukuran ketinggiannya, biasanya di luar negeri memakai ketinggian low floor ataupun yang kendaraan standar yang ada di sana yang berbeda dengan kita," lanjut dia.

Untuk tahap pertama disebut Daud sudah ada empat bus yang sepakat diadakan. Daud berjanji dalam waktu dekat atau setidaknya semester kedua tahun 2019 sudah bisa mengoperasikan bus listrik.

"Sekarang tersedia sudah ada 4. Tiga diantaranya itu [sudah MoU] dari dua perusahaan yang berbeda," tutup dia.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)